Puluhan Ribu Warga Kota Gdansk Menghantar Kepergian Walikota

  • 17 January, 2019
  • Yunus Hendry
Pawel Adamowicz. (Sumber Foto: CNA News)

(Taiwan, ROC) --- Warga Polandia baru-baru ini berkumpul dan beramai-ramai mendonorkan darah. Ratusan penduduk Kota Gdansk Polandia, pada pekan ketiga Bulan Januari berbondong-bondong mendatangi pusat donor darah. Angka ini meningkat 3 kali dibandingkan pengunjung di hari biasa. Walikota Gdansk, yaitu Pawel Adamowicz pada akhir pekan lalu diketahui tertimpa musibah penusukan oleh laki-laki yang tidak dikenal. Sayangnya, antusias warga setempat ternyata tidak mampu menyelamatkan nyawa sang Walikota.

Setelah Pawel Adamowicz dipastikan meninggal dunia, puluhan ribu orang berkumpul di jalanan kota-kota Polandia pada Senin malam (14/1). Mereka berjalan mengelilingi kota dengan membawa lilin, untuk memberikan penghormatan terakhir kepada sang Walikota. Pawel Adamowicz wafat di usianya yang baru menginjak 53 tahun, dirinya diketahui juga telah memimpn Kota Gdansk selama 20 tahun.

Walikota sementara Kota Gdansk Aleksandra Dulkiewicz mengatakan, “Kami telah menggunakan 21 liter darah untuk menyelamatkan Walikota, namun langkah ini gagal. Lukanya cukup berat dan serius, dan tidak mungkin menyelamatkannya. Walikota diberitakan meninggal pada pukul 14:30.”

Presiden Dewan Eropa Donald Tusk yang tumbuh besar di Gdansk, memutuskan untuk kembali kesana, bersama masyarakat setempat berkabung dan mengingat jasa-jasa dari Pawel Adamowicz.

Donald Tusk mengatakan, “Kami akan melindungi Kota Gdansk, Polandia dan Eropa. Kami menolak tindakan yang penuh dengan kebencian. Kami akan menjaminnya. Selamanya tidak akan melupakan Pawel Adamowicz.”

Pada saat kejadian, Pawel tengah menghadiri acara amal. Seorang warga berusia 27 tahun tiba-tiba menuju panggung dan menikam Pawel Adamowicz. Sang pelaku juga dikabarkan pernah memiliki catatan criminal, seperti merampok bank dan atas tindakan tersebut ia pun telah dijatuhi hukuman penjara 5 tahun. Kondisi mental pelaku pun memburuk selama berada di dalam jeruji besi. Pria tersebut mengaku bahwa ia adalah korban salah tangkap, dan menyalahkan partai dari Pawel Adamowicz.

Dikarenakan cedera parah pada jantung dan perut, Pawel sempat dikabarkan membutuhkan donor darah dalam jumlah yang cukup banyak. Namun sayang, antusias warga tidak dapat menolong nyawa Pawel.

Pawel Adamowicz adalah pejabat dan tokoh politik Polandia  pertama yang tewas dibunuh, sejak berakhirnya paham komunis pada tahun 1989. Pawel Adamowicz dikenang sebagai tokoh yang kerapkali membela kaum minoritas, seperti kaum LGBT dan imigran. Kepergian mendadak sang Walikota meninggalkan duka yang mendalam bagi Kota Gdansk.