Kunjungan Kim Jong Un ke Beijing

  • 11 January, 2019
  • Yunus Hendry
Kunjungan Kim Jong Un ke Beijing

(Taiwan, ROC) --- Ketika dunia tengah mengamati perkembangan berita Perang Perdagangan Daratan Tiongkok- Amerika Serikat, penguasa Korea Utara Kim Jong Un pada Senin (7/1) mengunjungi Beijing. Kedatangan Kim Jong Un tersebut cukup mengejutkan. Selain tanpa didahului pengumuman, kunjungan itu dirasa memiliki unsur politik. Korea Utara dan Amerika Serikat di lain pihak, terus melakukan pembicaraan terkait pertemuan bilateral antar keduanya. Dunia luar terus memprediksi, apakah dengan kunjungan Kim Jong Un ke Beijing, merupakan pertanda bahwa pertemuannya dengan Presiden Donald Trump akan terjadi semakin dekat?

Atas undangan dari Pemimpin Daratan Tiongkok Xi Jin-ping (習近平), Kim Jong Un bersama sang istri, ditemani beberapa pejabat Korea Utara pada Senin (7/1) bergerak menuju Beijing dengan mengendarai kereta api khusus. Kereta api berwarna hijau gelap dan bertuliskan Pyongyang ini, diketahui tiba di Beijing pada Selasa (8/1). Kondisi di jalanan Ibukota Beijing pun sempat diwarnai dengan pasukan tim anti peluru, guna untuk meningkatkan keamanan Kim Jong Un saat berkunjung. Selain itu, tersiar kabar bahwa pihak Daratan Tiongkok juga akan menggelar jamuan khusus, guna merayakan hari ulang tahun Kim Jong Un, yang jatuh pada Rabu (9/1).

Semenjak Kim Jong Un melanjutkan kekuasaan dari sang ayah Kim Jong IL, dirinya diketahui sudah 6 tahun tidak melakukan perjalanan ke luar negeri. Selama 6 tahun tersebut, dirinya hanya berfokus pada pengembangan senjata nuklir. Secara mengejutkan, pada tahun 2018 ia melakukan pertemuan dengan Presiden Amerika Serikat Donald Trump di Singapura. Tetapi sebelum melakukan pertemuan dengan Donald Trump di Singapura, Kim

Jong Un diketahui lebih dulu bertemu dengan Xi Jin-ping di Beijing. Gelagat yang dilakukan Kim Jong Un di pekan kedua tahun 2019 ini, dirasa memiliki skenario serupa. Pihak luar memprediksi kunjungan Kim Jong Un ke Beijing, adalah bukan lain untuk memastikan Xi Jin-ping, bahwa hubungan persahabatan keduanya tidak berubah.

Dalam pidato Kim Jong Un pada 1 Januari 2019, ia memperingatkan Amerika Serikat untuk menghentikan segala sanksi. Jika tidak maka Korea Utara akan mengambil langkah lain. Pidato tersebut langsung saja menarik perhatian dunia. Namun demikian, Kim Jong Un juga ada mengatakan bahwa ia siap untuk kembali bertemu dengan Donald Trump. Ia juga menekankan akan memperjuangkan pencapaian denuklirisasi di Semenanjung Korea. Komitmen perdamaian Kim Jong Un tersebut dirasa pernyataan yang cukup kontradiktif.

Berita mewartakan petinggi Amerika Serikat dan Korea Utara telah bertemu di Vietnam, guna membahas lokasi pertemuan Kim Jong Un dengan Donald Trump selanjutnya. Ada kabar yang terdengar, Vietnam merupakan lokasi yang pantas. Sebelum pertemuan kedua penguasa itu berlangsung, Kim Jong Un diketahui sudah 4 kali bertemu dengan Xi Jin-ping.

Pertemuan Kim Jong Un dengan Xi Jinping, dianggap sebagai salah satu pegangan Beijing dalam melangsungkan penawaran dengan Amerika Serikat, terutama di tengah runyamnya konflik perdagangan. Meskipun Daratan Tiongkok telah mentah-mentah membantah hal tersebut, namun pihak luar merasa bahwa Daratan Tiongkok cepat lambat pasti akan memainkan hubungan bilateralnya dengan Korea Utara dalam melakukan penawaran dengan Negeri Paman Sam.