Kebijakan Baru ke Arah Selatan, 5 Prinsip Utama bagi Pengusaha

  • 11 January, 2019
  • Yunus Hendry

(Taiwan, ROC) --- Kebijakan Baru ke Arah Selatan (NSP) yang tengah dipromosikan oleh pemerintah Taiwan, mendorong para pelaku usaha untuk berani mengembangkan bisnisnya di kawasan tersebut. Namun, dikarenakan kondisi di Taiwan yang kurang mendukung, membuat penggiat Usaha Kecil Menengah (UKM) mengurungkan niatnya. Institusi Penelitian Industri dan Teknologi (ITRI) pada tahun ini berhasil mewawancarai 28 pengusaha yang berhasil mengembangkan bisnisnya di kawasan NSP. ITRI juga merangkum 5 prinsip pokok, guna mencapai keberhasilan di kawasan ini. 5 pokok ini menekankan inovasi di sektor strategi, merek, produk, layanan dan teknologi. 

 

Efektivitas Kebijakan NSP di Tengah Konflik Perdagangan AS dengan Daratan Tiongkok

Semenjak konflik perdagangan antar 2 negara adidaya pecah, para pelaku usaha yang bergerak di sektor rantai pasokan tradisional pun harus terkena imbasnya. Beberapa pengusaha Taiwan yang membangun pabriknya di Daratan Tiongkok mulai berpikir untuk menarik bisnis mereka keluar dari Negeri Tirai Bambu tersebut. Hal ini membuat Kebijakan NSP pemerintah Taiwan semakin dipilih oleh para pengusaha. Namun demikian, Taiwan memiliki sumber daya yang terbatas, mengingat saat ini tidak hanya Taiwan yang mulai melirik kawasan tersebut. Jika Taiwan sungguh-sungguh ingin mengembangkan sayapnya di kawasan NSP, dirasa dibutuhkan strategi dan fokus yang detil. Oleh karena itu, Kementerian Ekonomi mulai mempromosikan kerja sama industri yang berpusat pada 3 kebijakan utama.

Yang pertama adalah mendorong pertukaran unit penelitian teknis antar 2 belah pihak. Unit penelitian ini dapat membantu para pelaku usaha lebih cepat memahami peraturan, mendapatkan sertifikasi dan meminimalkan waktu pencarian, serta mempercepat para pengusaha untuk terjun langsung ke dalam pasar setempat. Selain itu, guna untuk mempertemukan kemampuan industri Taiwan dengan kebutuhan di kawasan NSP, asosiasi resmi dan swasta akan mempercepat mediasi serta mempertemukan mitra kerja sama. 

Menteri Ekonomi Shen Jong-chin (沈榮津) mengatakan, “Kini tengah mengembangkan kawasan industri internasional di Bangalore India. Di samping itu, para pelaku usaha Taiwan juga diketahui berada di kawasan Filipina, Vietnam dan Myanmar. Pengusaha dapat melalui  Federasi Nasional Industri Tiongkok (CNFI) menggali seluruh informasi terkait”.

 

5 Inovasi adalah Kunci Kesuksesan

Namun situasi di 18 negara sasaran memiliki perbedaan yang cukup signifikan; baik bahasa, kebijakan, budaya dan tren yang tengah berkembang. Kendala-kendala inilah yang membuat pengusaha UKM mengurungkan niatnya. Menjawab tantangan ini, Kementerian Ekonomi mengutus ITRI untuk mewawancarai 28 pengusaha Taiwan yang telah berhasil mengembangkan bisnisnya di kawasan NSP. Rangkuman yang dibuat oleh ITRI akan dibukukan dan diharapkan dapat memberikan informasi berharga bagi pengusaha lainnya. ITRI menyimpulkan 5 rahasia kesuksesan yang berhasil diraih 28 pengusaha tersebut; di antaranya adalah terus berinovasi baik dalam strategi, merek, produk, layanan dan teknologi.

 

Rahasia Sukses GFun Industrial 

Salah satunya adalah perusahaan pemintalan GFun Industrial yang merupakan salah satu industri penyedia kain tahan air terbesar di dunia. Pada tahun 2011, mereka mulai membangun usaha mereka dan mulai memasuki pasar pakaian jadi. Mereka tidak hanya memilih Thailand yang notabene adalah salah satu pasar tekstil terbesar dunia, namun pada tahun 2013 GFun juga membeli 2 pabrik garmen Thailand, dengan total nilai NT$ 100 juta. Keputusan ini diambil guna untuk mempersingkat efisiensi dan meminimalkan pengembangan usaha dasar. Dengan demikian, mereka dapat langsung masuk ke dalam pasar setempat.

Begitu juga dengan strategi pemasaran, GFun Industrial juga menerapkan langkah dengan membiarkan konsumen merasakan langsung produk mereka. Hanya dalam hitungan tahun, pendapatan GFun Industrial berhasil mencapai 10%. 

Wakil Direktur Divisi Pengembangan Strategi ITRI Chang Chao-qun (張超群) mengatakan, “Ketika mereka berbicara, kami dapat merasakan setiap perkataan yang mereka utarakan. Mereka mengatakan seringkali konsumen datang dan berdiskusi perihal bisnis, namun tidak berjalan sesuai dengan harapan. Setelah mereka memberikan sampel produk mereka, konsumen akan memuji dan memberikan reaksi yang positif. Ini merupakan salah satu strategi yang mumpuni, yakni dengan membiarkan konsumen mencoba terlebih dahulu produk mereka. Ini juga adalah konsep yang dirasa penting, terlebih di era teknologi saat ini”.