Kinerja Donald Trump Dinilai dalam Pemilu Paruh Waktu 2018

  • 07 November, 2018
  • Yunus Hendry

(Taiwan/ROC) --- Donald Trump resmi menjabat sebagai Presiden Amerika Serikat pada Bulan Januari tahun lalu. Selama masa jabatannya, apakah masyarakat Amerika Serikat puas dengan kebijakan politik yang dicetusnya? Pemilu paruh waktu AS diselenggarakan pada 6 November 2018, guna untuk menilai kinerja Presiden yang sudah hampir memasuki setengah masa jabatan tersebut.

Pemilu paruh waktu AS kali ini, akan memilih beberapa pejabat publik; meliputi 435 anggota House of Representatives, 35 kursi senator, dan gubernur dari 36 negara bagian akan dipilih kembali. Walau nama Donald Trump tidak masuk dalam calon kandidat kali ini, namun dirinya aktif terlibat dalam beberapa kampanye. Ia berharap agar suara rakyat Amerika Serikat tetap berpihak pada Partai Republik.

Presiden Donald Trump mengatakan, “Siapa yang pernah mendengar istilah Pemilu Paruh Waktu, Saya sendiri tidak mengerti apa itu. Banyak orang yang berkata kepada saya, saya bahkan tidak tahu apa yang dipilih saat pemilu paruh waktu berlangsung. Namun sekarang saya akan memperhatikannya setiap menit, dan saya akan memberikan suara saya. Yang terpenting adalah Anda harus ikut serta.”

Mantan Presiden Amerika Serikat Barack Obama pun mengutarakan pendapatnya terhadap ketidakpuasan akan kebijakan yang dilontarkan oleh Presiden Donald Trump. Ia secara aktif mempromosikan kandidat dari Partai Demokrat dan berharap masyarakat dapat melihat fakta yang terjadi saat ini.

Barack Obama mengatakan, “Karakter negara tergantung dari pemilu. Demikian juga dengan status dan harapan politik kami, juga terpampang jelas melalui lembaran kertas ini. Bagaimana cara kita bertindak di muka umum dan memperlakukan sesama, juga akan tercermin melalui surat suara tersebut”.

Saat ini sudah ada 35 juta orang memberikan suaranya, ini meningkat sebanyak 20 juta suara dibandingkan dengan pemilu paruh waktu pada tahun 2014. Tingkat pemilih kali ini diperkirakan akan melebihi jumlah pada tahun 2014 lalu. Yang patut menjadi perhatian adalah kemauan memilih dari kaum muda meningkat sebanyak 40%. Dilaporkan pada tahun 2014, jumlah pemilih kaum muda hanya berjumlah kurang dari 20%.

Saksikan: