HIV & AIDS Bagian satu

  • 16 May, 2017
  • Tony Thamsir
HIV & AIDS

Sumber Informasi dikutip dari: Dr. Nilam Permata (indonesiaoversight.com)

 

Mengenal HIV/AIDS dan Stigma yang Melekat

Di Indonesia ada sekitar 690 ribu orang pengidap HIV sampai tahun 2015. Dari jumlah tersebut, lima puluh persennya berusia antara 15 hingga 49 tahun. Wanita usia 15 tahun ke atas yang hidup dengan kondisi HIV sekitar 250 ribu jiwa. Angka kematian akibat AIDS mencapai 35 ribu orang.

 

Apa itu HIV? Dan apa itu AIDS?

HIV adalah singkatan dari Human Immunodeficiency Virus. Virus ini menyerang sistem kekebalan tubuh dan melemahkan kemampuan tubuh untuk melawan infeksi dan penyakit. Sedangkan AIDS adalah singkatan dari Acquaired Immunodeficiency Syndrome merupakan sekumpulan gejala dan infeksi karena rusaknya sistem kekebalan tubuh manusia akibat infeksi virus HIV.

 

Bagaimana cara penularan HIV/AIDS?

HIV bisa ditemukan di dalam cairan tubuh dari orang yang terinfeksi. Cairan yang dimaksud adalah cairan sperma, cairan vagina, cairan anus, darah, dan ASI. HIV tidak bisa menyebar melalui keringat atau urine.

Berikut ini merupakan beberapa cara penularan HIV :

  1. Penularan dari ibu kepada bayi pada masa kehamilan, ketika melahirkan atau menyusui
  2. Melalui seks oral
  3. Melalui hubungan sexual terutama pada individu yang mempunyai pasangan lebih dari satu
  4. Melalui transfusi darah dari orang yang terinfeksi
  5. Memakai jarum, suntikan, dan perlengkapan menyuntik lain yang sudah terkontaminasi, misalnya spon dan kain pembersihnya

 

Apa saja tanda dan gejala dari HIV AIDS?

Orang yang terinfeksi virus HIV akan menderita sakit mirip seperti flu. Setelah itu, HIV tidak menimbulkan gejala apa pun selama beberapa tahun. Gejala seperti flu ini akan muncul beberapa minggu setelah terinfeksi. Tampilan luar tampak normal bertahan selama satu hingga dua bulan, atau bahkan lebih lama. Ini adalah pertanda sistem kekebalan tubuh sedang melawan virus. Disini virus sedang memperbanyak diri.

Setelah itu, biasanya HIV tidak menimbulkan gejala lebih lanjut selama bertahun-tahun (masa jendela). Ini adalah tahapan ketika infeksi HIV berlangsung tanpa menimbulkan gejala. Virus yang ada terus menyebar dan merusak sistem kekebalan tubuh. Pada tahapan ini, Anda akan merasa sehat dan tidak ada masalah. Kita mungkin tidak menyadari sudah mengidap HIV, tapi kita sudah bisa menularkan infeksi ini pada orang lain.

Tahap Terakhir yaitu AIDS, HIV akan melemahkan kemampuan tubuh dalam melawan infeksi. Dengan kondisi ini, Anda akan lebih mudah terserang penyakit serius. Gejala dan tandanya sebagai berikut :

  1. Kelenjar getah bening membengkak pada bagian leher dan pangkal paha
  2. Demam yang berlangsung lebih dari 10 hari
  3. Kelelahan hampir setiap saat
  4. Berkeringat pada malam hari
  5. Berat badan turun tanpa diketahui penyebabnya
  6. Bintik-bintik ungu yang tidak hilang pada kulit
  7. Sesak napas
  8. Diare yang parah dan berkelanjutan
  9. Infeksi jamur pada mulut, tenggorokan, atau vagina
  10. Mudah memar atau berdarah tanpa sebab
  11. Risiko terkena penyakit yang mematikan akan meningkat contohnya kanker, TB, dan pneumonia