:::

Joe Biden Bersedia Militer AS Lindungi Taiwan, Nikkei Asia: Sikap Dukungan Melebihi Dari Krisis Selat Taiwan 1996

  • 07 June, 2022
  • 尤繼富
Joe Biden Bersedia Militer AS Lindungi Taiwan, Nikkei Asia: Sikap Dukungan Melebihi Dari Krisis Selat Taiwan 1996
Joe Biden Bersedia Militer AS Lindungi Taiwan, Nikkei Asia: Sikap Dukungan Melebihi Dari Krisis Selat Taiwan 1996

(Taiwan, ROC) --- Presiden AS Joe Biden bulan lalu saat kunjungan ke Tokyo membuat pernyataan yang cukup menggemparkan bahwa pihaknya bersedia untuk melakukan intervensi militer apabila terjadi serangan militer RRT terhadap Taiwan, para cendekiawan Taipei dan pejabat pemerintah mengevaluasi sikap pemerintah AS, dan beranggapan AS memenuhi janjinya berlanjut mendukung Taiwan, dibandingkan dengan krisis selat Taiwan 1996, semakin diyakini dukungan AS untuk Taiwan.

Pada masa tersebut Presiden AS Joe Biden mengatakan, Beijing tidak berhak untuk menguasai dan memberikan ancaman militer terhadap Taiwan, akan tetapi lebih lanjut Presiden AS Joe Biden menambahkan, pihak AS tidak pernah mengubah arah kebijakan strategisnya terhadap Taiwan, selalu bersikap menentang tindakan sepihak apapun yang ingin mengubah status quo.

Surat kabar harian Nikkei Asia memberitakan, berdasarkan sumber informasi dari “orang dalam” yang membeberkan, pemerintah Taiwan kuatir pernyataan Joe Biden bisa memicu pemerintah Beijing mengambil tindakan invasi.

Pejabat diplomasi Taipei tingkat tinggi menyampaikan kepada media Nikkei Asia, “Bagi internal pemerintah Taiwan yang mempertanyakan apakah semua hal yang penuh dengan ketidakpastian adalah positif atau negatif, memiliki perbedaan pandangan yang meluas. Apakah ini juga membuat strategi semakin ambigu, atau kemungkinan malah membuat RRT terancam?”

Anggota Komite Eksekutif Taiwan Thinktank Lai I-chung (賴怡忠) mengatakan, masa lalu Presiden Joe Biden pernah menyampaikan pernyataan demikian, yang mencerminkan pandangan pribadinya, akan tetapi juga membuktikan strategi ambigu terhadap kebijakan pemerintahan Taiwan tidak pernah berubah. “Pernyataan ini tidak mewakili dalam kongres AS terjadi perubahan besar, akan tetapi mewakili kongres AS yang menitikberatkan pada agresi militer RRT terhadap Taiwan.”

Lai I-chung mengatakan, AS tidak mengutus militer ke Ukraina, lagipula pesan yang disampaikan oleh Presiden AS Joe Biden adalah AS menggunakan cara yang berbeda untuk menanggapi permasalahan Taiwan. “Apabila RRT invasi Taiwan, apakah AS akan mengutus tentara ke Taiwan, atau mengambil tindakan terhadap RRT, untuk hal ini masih ambigu.”

Media Nikkei Asia mengutarakan, yang patut diperhatikan adalah, jika dibuat perbandingan dengan masa krisis selat Taiwan 1996, RRT bermaksud mengganggu berlangsungnya pemilu langsung perdana dengan menjalani pelatihan militer dengan meluncurkan rudal ke selat Taiwan, dalam menanggapi hal ini maka pihak AS mengutus kapal induk militer AS masuk ke wilayah selat Taiwan untuk menghalau tentara RRT, pemenuhan janji AS terhadap Taiwan dibandingkan dengan masa tersebut semakin kuat.

Pada masa tersebut dalam situasi tegang, pejabat pemerintah RRT mempertanyakan asisten Menhan AS yang menjabat pada masa tersebut Joseph Nye, jika terjadi serangan RRT terhadap Taiwan, bagaimana penanganan dari pihak AS? Joseph Nye merespons, “Pihak kami juga tidak tahu, kalian juga tidak tahu. Putusan diambil bergantung pada situasi.”

Lai I-chung mengatakan, “Sekarang jawaban dari pihak AS tidak lagi “bergantung pada kondisi”. Pemerintah AS akan mengambil tindakan, akan tetapi tindakan seperti apa? Ini belum disampaikan secara jelas.”

Ketua Pelaksana Taiwan NextGen Foundation Chen Kuang-ting mengatakan, penilaian dari Joe Biden adalah “mengingatkan RRT, apabila AS menanggapi invasi RRT, yang membuat putusan akhir adalah presiden AS, jika perang pecah maka putusan diambil oleh Kongres AS.”

Chen menyampaikan kepada Nikken Asia, “Jika mengalami kondisi yang memerlukan tanggap darurat, ada kemungkinan Presiden Joe Biden turun tangan menanganinya. Saat di Eropa, Beliau menunjukkan kemampuan ini dan menyampaikan bersedia melakukannya demi Taiwan.”

Chen Kuan-ting mengemukakan, “parpol berkuasa Taiwan sangat optimis dengan sikap tegas panglima angkatan tiga bersenjata AS mendukung Taiwan”, juga menyebutkan hasil jajak pendapat menunjukkan, sebagian besar warga Taiwan menyambut baik pernyataan dukungan Joe Biden untuk Taiwan.”

Komentar

Terbarumore