:::

Kemenhan: Persiapan Pengadaan Senjata, Tidak Terpengaruh Pedagang Senjata Individual

  • 18 May, 2022
  • 尤繼富
Kemenhan: Persiapan Pengadaan Senjata, Tidak Terpengaruh Pedagang Senjata Individual
Kemenhan Persiapan Pengadaan Senjata, Tidak Terpengaruh Pedagang Senjata Invidual

(Taiwan, ROC) Dewan Bisnis AS-Taiwan menyurati Kementerian Luar Negeri AS menyampaikan kekuatiran pihaknya karena pemerintah AS hanya menyetujui pengadaan senjata bagi Taiwan untuk melawan serangan sepihak dari RRT, kondisi demikian malah dinilai meremehkan pertahanan Taiwan. Kemenhan pada hari Rabu ini (18/5) menyampaikan, konsep perang asimetris yang menunjuk sikap berperang, melainkan bukan pilihan peralatan senjata, saat bersamaan Kemenhan mempersiapkan segala jenis perlengkapan tempur dan tidak terpengaruh oleh perdagangan senjata individual. Media asing memberitakan, pemerintah AS terus mendorong agar Taiwan membeli senjata, lebih menekankan pada kekuatan tempur asimetris mencakup rudal portabel dan ranjau laut.

Media Inggris, Financial Times melaporkan, Kamar Dagang AmCham Taiwan dan Dewan Bisnis AS-Taiwan (USTBC) menuduh pemerintah AS bersikap meremehkan kemampuan militer Taiwan, hanya menyetujui pengadaan senjata AS untuk Taiwan sebagai hal yang penting dan upaya perlawanan serangan sepihak dari RRT. Selama pemerintahan Joe Biden mencoba untuk memperlaju penjualan senjata untuk Taiwan, akan tetapi menghindari penjualan senjata canggih dan kapal perang induk.

Kemenhan pada hari Rabu ini (18/5) merespons laporan terkait, pengadaan senjata AS berdasarkan pada “hukum hubungan Taiwan” dan “Six Assurances”, melanjutkan penyediaan senjata untuk Taiwan, hal ini menunjukkan AS memenuhi janji memperhatikan keamanan pertahanan Taiwan, serta berlanjut memupuk kekuatan penting yang menjaga stabilitas kawasan regional Indo Pasifik.

Kemenhan mengatakan, atas kebutuhan pertahanan tempur pada tahun 2021 kedua belah pihak Taiwan-AS menyepakati untuk menyempurnakan definisi konsep “perang asimetris”, pada tahun yang sama dalam laporan pertahanan menyisipkan kausal “strategi militer” dan “rancangan pembangunan militer”. Kemenhan menegaskan, “perang asimetris mengacu metode peperangan, strategi gerakan cepat yang bermaksud membuat musuh rancu, bukan pilihan senjata individual.”

Kemenhan menekankan, mendapat segala jenis peralatan militer, selanjutnya akan melihat situasi ancaman musuh dan rancangan kekuatan tempur gabungan untuk menyusun program pelaksanaan, didasarkan pada faktor utama adalah pertahanan nasional, apabila belum mampu memproduksi dan memerlukan peningkatan kekuatan tempur maka mengadopsi cara pengadaan, tidak terpengaruh oleh pedagang senjata individual.

Kemenhan mengatakan, persiapan kekuatan militer relevan dengan stabilitas keamanan Laut Taiwan dan kawasan regional, berkaitan dengan penilaian dan negosiasi pengadaan peralatan tempur disesuaikan dengan ketentuan penjualan dari pihak militer AS, hal ini bersifat rahasia, akan tetapi kemenhan akan berpegang teguh pada konsep manfaat bagi kemenhan sendiri untuk melanjutkan negosiasi dengan pihak AS guna mempersiapkan peralatan militer yang cocok untuk saat ini dan masa mendatang, serta meminta agar penyerahan peralatan bisa dilakukan lebih awal untuk meningkatkan pertukaran sektor militer Taiwan-AS yang terkoneksi dan menjamin keamanan negara. 

Asisten Sekjen Urusan Politik Militer Kemenlu, Mira Resnick pada tanggal 14 Mei lalu bersama USTBC dan AmCham Taiwan melakukan pertemuan virtual untuk menjelaskan revisi pemerintah Joe Biden dalam menyusun strategi pengadaan senjata untuk Taiwan. Berkaitan dengan AS akan mengakhiri sebagian besar pengadaan senjata yang tidak termasuk dalam persiapan “kekuatan tempur asimetris”, maka mendapat sorotan dari USTBC dan AmCham Taiwan yang mengirimkan surat resmi kepada Kemenlu AS.

Komentar

Terbarumore