:::

Insiden Penembakan di California Selatan, MOFA Meminta Otoritas AS untuk Menjamin Keselamatan Warga Taiwan

  • 17 May, 2022
  • 尤繼富
Insiden Penembakan di California Selatan, MOFA Meminta Otoritas AS untuk Menjamin Keselamatan Warga Taiwan
Insiden Penembakan di California Selatan, MOFA Meminta Otoritas AS untuk Menjamin Keselamatan Warga Taiwan

(Taiwan, ROC) --- Insiden penembakan di California Selatan, Amerika Serikat yang menewaskan 1 warga perantauan asal Taiwan, telah menjadi perhatian utama banyak pihak. Di samping itu, 5 warga perantauan asal Taiwan lainnya, juga diberitakan mengalami luka cedera akibat peristiwa yang terjadi pada tanggal 15 Mei 2022 kemarin.

Juru Bicara Kementerian Luar Negeri (MOFA), Joanne Ou (歐江安) menyampaikan, jaksa AS masih melakukan penyelidikan terhadap kasus ini. Joanne Ou menambahkan, MOFA melalui kantor perwakilan mereka di Los Angeles akan terus mengikuti perkembangan dari kasus yang ada.

Di samping itu, MOFA juga telah menghubungi warga perantauan asal Taiwan yang bermukim di sana, dan menawarkan bantuan yang diperlukan. MOFA juga terus mendesak pihak AS untuk melakukan upaya maksimal dalam melindungi keselamatan warga Taiwan.

Joanne Ou mengatakan, “Atas insiden memilukan ini, Direktur American Institute in Taipei (AIT), Sandra Oudkirk telah menyampaikan keprihatinannya kepada Menteri Luar Negeri, Joseph Wu (吳釗燮), melalui sambungan telepon pada hari Selasa ini. Mewakili pemerintah AS, Sandra Oudkirk menyampaikan rasa belasungkawa yang mendalam. MOFA di lain pihak, juga mengutuk keras terhadap segala bentuk kekerasan. Menlu Joseph Wu juga telah melakukan panggilan telepon dengan Direktur AIT, Sandra Oudkirk, bersama-sama menyampaikan rasa duka yang mendalam, terutama terhadap keluarga yang menjadi korban dalam insiden penembakan di California Selatan.”

Kantor Kepresidenan ROC melalui Juru Bicaranya, Chang Tun-han (張惇涵), juga telah merilis pernyataan mereka. Jubir Chang Tun-han menyampaikan, pihaknya mengutuk keras seluruh tindakan kekerasan dan Presiden Tsai Ing-wen menyatakan rasa belasungkawa yang medalam atas tewasnya Dr. John Cheng dalam peristiwa tersebut.

Chang Tun-han menambahkan, setelah mendengar pemberitaan tersebut, Presiden Tsai langsung meminta Menlu Joseph Wu dan Kepala Perwakilan ROC di AS, Hsiao Bi-khim (蕭美琴) untuk mennyampaikan belasungkawa.

Di samping itu, Beliau juga menugaskan Hsiao Bi-khim untuk berangkat ke California, guna memberikan penghormatan terakhir. Kepala Negara juga meminta kepada unit diplomatik untuk segera menghubungi AS, guna membantu memastikan keselamatan seluruh warga perantauan asal Taiwan yang bermukim di sana.

Perdana Menteri Su Tseng-chang (蘇貞昌) juga telah menyampaikan rasa duka cita yang mendalam atas peristiwa memilukan di atas. PM Su menuturkan, Taiwan dan AS adalah kedua negara yang mendukung kehidupan masyarakat yang berlandaskan prinsip kebebasan demokrasi.

Setiap warga memiliki posisi atau pembelaan terhadap warna partai politik masing-masing. Seluruh warga sudah seharusnya hidup berdampingan, dengan tetap mengedepankan sikap saling memahami, menghormati dan toleransi.

Ia menekankan, perbedaan pendapat tidak boleh dijadikan sebagai alasan untuk memicu permusuhan, atau bahkan menghabiskan nyawa orang lain.

Komentar

Terbarumore