:::

Antrian Panjang Pada Pembelian Alat Rapid Test Berdasarkan Nama Asli, PM Su: Jangan Menimbun

  • 29 April, 2022
  • 陳柏萇
Antrian Panjang Pada Pembelian Alat Rapid Test Berdasarkan Nama Asli, PM Su: Jangan Menimbun
Antrian Panjang Pada Pembelian Alat Rapid Test Berdasarkan Nama Asli, PM Su: Jangan Menimbun

 (Taiwan, ROC) – Terdapat cukup banyak kekacauan pada hari pertama penerapan pembelian alat rapid test berdasarkan nama asli, termasuk antrian yang begitu panjang, serta sistem asuransi kesehatan nasional yang tiba-tiba berhenti berfungsi. Kebijakan baru isolasi “3+4” juga tak luput dikritik oleh banyak orang karena dinilai terlalu tergesa-gesa. Perdana Menteri, Su Tseng-chang (蘇貞昌) pada hari ini (29/4) mengemukakan, setelah mulai menerapkan mekanisme tersebut kemarin masih ada sebanyak 30.000 buah alat rapid test yang masih tersisa, sangatlah tidak mudah. Beliau juga mengimbau agar masyarakat tidak perlu menimbun, dan baru membelinya jikalau ada keperluan, pemerintah telah menyiapkan semua perlengkapan yang diperlukan.

Pusat Komando Epidemi Sentral (CECC) pada 25 April mengumumkan pengurangan masa isolasi mandiri menjadi 3+4 hari, lagipula langsung diterapkan pada keesokan harinya. Berbagai lapisan pemerintahan pun menerima ribuan panggilan telepon setiap harinya, dan dunia luar merasa jikalau kebijakan tersebut terlalu terburu-buru, hingga Komandan CECC, Chen Shih-chung (陳時中) pun meminta maaf karena hal tersebut pada konferensi pers yang digelar kemarin (29/4). 

Perdana Menteri Su Tseng-chang (蘇貞昌) dalam sebuah wawancara saat mengunjungi Taman Sains dan Teknologi Tainan pada hari ini menyatakan, sangat berterima kasih kepada para apoteker, serta rekan-rekan yang bersangkutan. Pemerintah hari ini akan terus menyiapkan alat rapid test yang memadai, dan berharap agar semuanya tidak menimbunnya. PM Su mengatakan, “Kemarin adalah hari pertama penerapan pembelian alat rapid test berdasarkan nama asli. Sangat berterima kasih atas jerih payah para apoteker, dan juga rekan-rekan yang relevan. Lagipula kemarin masih tersisa sebanyak 30.000 buah, ini semua sangatlah tidak mudah, pemerintah pada hari ini akan terus menyiapkan alat rapid test yang memadai, semuanya juga jangan menimbunnya, dan baru membelinya jikalau ada keperluan.”

Komentar

Terbarumore