close
RTISISegera unduh Aplikasi ini
Mulai
:::

Ketentuan 「3+4」 Diberlakukan, PM Su: Mencari Keseimbangan Antara Pencegahan Pandemi Dan Kehidupan Sehari-hari

  • 26 April, 2022
  • 鄭蕙玲
Ketentuan 「3+4」 Diberlakukan, PM Su: Mencari Keseimbangan Antara Pencegahan Pandemi Dan Kehidupan Sehari-hari
tabel ketentuan baru isolasi mandiri「3+4」(Foto: facebook PM Su Tseng-chang)

(Taiwan, ROC) Ketentuan baru isolasi mandiri「3+4」pada hari Selasa ini (26/4) mulai diterapkan, Perdana Menteri Su Cheng-chang dalam postingan di facebook menyampaikan, bagi yang telah menjalani isoman lebih dari 3 hari, maka sejak 27 April dianggap selesai menjalani masa isolasi mandiri. Ia mengatakan, penularan virus Omicron sangat tinggi, akan tetapi lebih dari 99,6% tidak bergejala dan ringan, pemerintah mengatur agar kapasitas perawatan medis masih dapat berfungsi dengan optimal, termasuk penerapan pencegahan pandemi dan kehidupan masyarakat dan ekonomi tetap berjalan dengan seimbang.

Postingan PM Su Tseng-chang mengatakan, melalui pembahasan pemda kota kabupaten, evaluasi pakarm maka Pusat Komando Epidemi Sentral (CECC) mengumumkan sistem isolasi 3+4, melalui investigasi situasi pandemi, memperpendek masa isolasi, kilas balik perkembangan masa lalu untuk melakukan perubahan tanggap terhadap pandemi. Ia mengatakan, selain mematuhi potokol kesehatan, lebih berkooperatif terhadap ketentuan pencegahan pandemi, maka mengimbau agar warga Taiwan segera melengkapi vaksin dosis ke-3, dengan demikian kesehatan diri dan keluarga baru lebih terlindungi.

Berkaitan dengan vaksin COVID-19 yang akan diberikan kepada anak usia 6-11 tahun, Kementerian Pendidikan pada hari ini menyampaikan, paling cepat akan menjadwalkan vaksinasi di sekolah pada tanggal 2 Mei, meminta sekolah untuk memberitahukan kepada orang tua murid, selama 7 hari ini masih daapat mempertimbangkan, dan apabila murid yang disuntik vaksin dan terjadi reaksi/efek samping maka bisa izin vaksin 3 hari. Kemarin (4/25) Kemendik telah menyampaikan pemberitahuan dari CECC dan surat pernyataan kesediaan divaksin kepada dinas pendidikan pemda setempat untuk dibagikan kepada orang tua siswa, saat bersamaan juga mengirimkan surat resmi kepada sekolah jenjang di bawah SMA, mengingatkan pemberian vaksin COVID-19 untuk anak usia 6-11 tahun.

Kemendik mengatakan, pertama kali vaksin Moderna dipakai untuk anak usia 6-11 tahun di Taiwan, vaksin tipe mRNA berkemungkinan muncul efek samping, seperti penyakit langka miokarditis atau pericarditis, meminta sekolah untuk memberitahukan kepada orang tua murid, selanjutnya diberi waktu 7 hari untuk mempertimbangkan apakah menyetujuinya putra-putri mereka menerima vaksin. Pada hari vaksin, pihak sekolah akan mengatur untuk kegiatan belajar selama 2 minggu yang bersifat intens akan dikurangi untuk mengamati kondisi tubuh siswa.

Komentar

Terbarumore