:::

Taiwan Perpendek Masa Isolasi PM Su: Tidak Akan Seperti Shanghai

  • 23 April, 2022
  • 尤繼富
Taiwan Perpendek Masa Isolasi  PM Su: Tidak Akan Seperti Shanghai
Taiwan Perpendek Masa Isolasi PM Su: Tidak Akan Seperti Shanghai

(Taiwan, ROC) -- Memanasnya penularan domestik COVID-19 di Taiwan yang juga membuat warga Taiwan prihatin bagaimana untuk dapat hidup bersama dengan virus? Perdana Menteri Su Tseng-chang hari Sabtu (23/4) menegaskan, Taiwan tidak akan seperti Kota Shanghai yang melakukan lock down, juga tidak akan langsung mencabut peraturan penggunaan masker dan tidak melakukan tindakan pencegahan epidemi. Target langkah berikut yang akan dilakukan pemerintah adalah memperpendek masa isolasi. Pelonggaran masa isolasi sebagai langkah pendekatan agar masyarakat dapat semakin kembali pada kehidupan normal.

Pusat Komando Epidemi Sentral telah mengumumkan, tahapan ketiga dengan “pemeriksaan sebagai penganti karantina”. Kota New Taipei dan Kota Taipei yang mengalami lonjakan kasus COVID-19 juga telah melepaskan penyelidikan epidemi, rakyat Taiwan prihatin apakah pemerintah telah melakukan persiapan untuk hidup bersama dengan virus. Perdana Menteri Su Tseng-chang tanggal 23 April menghadiri sebuah kegiatan peresmian di Nantou, dan ketika diwawancarai menyampaikan, pemerintah akan mempersingkat waktu isolasi di masa mendatang sebagai langkah agar masyarakat dapat mencapai target kembali kepada kehidupan normal.

PM Su mengatakan, “Akan ada alat rapid test dalam jumlah besar, begitu pula dengan produk obat dan vaksin juga akan masuk ke Taiwan sebagai persiapan untuk masuk ke tahapan berikutnya. Kami akan memperpendek masa isolasi. Langkah mempersingkat waktu isolasi akan diberlakukan dari berbagai pihak agar masyarakat dapat semakin dekat dengan kehidupan normal.

Perdana Menteri Su Tseng-chang membeberkan, situasi pandemi internasional saat ini juga cukup serius, tetapi karena Taiwan sudah memiliki keyakinan dan hasil tertentu, juga telah mempunyai persiapan yang memadai, setelah pembukaan pintu perbatasan negara tentu tidak dapat menghindari mobilitas orang dan julah kasus penularan dalam negeri akan meningkat. Su Tseng-chang menyampaikan, untungnya 99,5% dari kasus yang tertular virus ini bergejala ringan atau malah tidak bergejala. Su secara khusus menegaskan, Taiwan tidak akan seperti Kota Shanghai yang memberlakukan lock down, juga tidak akan langsung mencopotkan masker dan tidak melakukan tindakan pencegahan, tetapi Taiwan akan menggunakan cara bertahap untuk membuka diri.

Komentar

Terbarumore