close
RTISISegera unduh Aplikasi ini
Mulai
:::

Chen Shih-chung: Persentase Penularan 20%, Belum Mempertimbangkan Pembatasan Makan di Tempat

  • 21 April, 2022
  • 鄭蕙玲
Chen Shih-chung: Persentase Penularan 20%, Belum Mempertimbangkan Pembatasan Makan di Tempat
Komandan CECC Chen Shih-chung (foto:CNA)

(Taiwan, ROC) Taiwan diprediksikan akan menghadapi penularan COVID-19 lokal skala besar, Komandan Pusat Komando Epidemi Sentral (CECC) Chen Shih-chung pada hari Kamis ini (21/4) menyampaikan persentase tertular mencapai 20%, akan tetapi berharap dapat diminimalkan menjadi 15%, 16%, hingga saat ini masih tetap mengizinkan konsumen makan di dalam restoran. Selain itu, Komite Penasehat untuk Praktik Imunisasi (ACIP) telah mengetok palu menyetujui vaksinasi system baru untuk anak-anak, remaja, dan kelompok rentan, penggunaan vaksin akan semakin bertambah dalam skala besar, Chen Shih-chung membeberkan, akan ada 2 tahap pengiriman vaksin Moderna dalam waktu dekat ini.

Angka penularan COVID-19 lokal semakin tinggi, Komandan CECC Chen Shih-chung telah memberikan laporan prakiraan angka penularan dalam skala besar, akhir bulan April berkemungkinan angka harian tembus puluhan ribu kasus. Terhadap penyampaian laporan dari Wakil Wali Kota Taipei Huang San-san memprakirakan, seluruh Taiwan ada 20% warga yang terinfeksi, di masa mendatang setiap 5 orang ada 1 orang yang tertular, Chen Shih-chung pada hari Kamis ini (21/4) saat menghadiri sidang interpelasi Yuan Legislatif diwawancarai dan menyampaikan, memang benar dan berkemungkinan. Chen mengatakan, “ 20%, bukannya tidak mungkin, kami mengharapkan persentase ini dapat ditekan berkisar 15%,16%.”

Berkaitan dengan angka penularan bergerak sangat cepat, media mempertanyakan apakah akan mempertimbangkan pembatasan makan di dalam restoran? Chen Shih-chung merespons, restoran termasuk satu rantai kehidupan normal, hingga saat ini masih belum mempertimbangkan pembatasan makan di dalam restoran, akan tetapi berharap orang-orang golongan tertentu bisa menghindari makan di restoran.

Rapat pakar ACIP yang berlangsung pada tanggal 20 April meloloskan vaksinasi Moderna untuk anak usia 6-11 tahun, pemakaian dosis ke-3 untuk remaja, dan kelompok rentan untuk dosis ke-4. Berkaitan dengan apakah persediaan vaksin dalam negeri mencukupi, Chen Shih-chung mengatakan, dalam waktu dekat ini vaksin Moderna tiba di Taiwan dalam 2 tahap. Mengenai kelompok remaja apakah mereka diizinkan mendapatkan vaksin campuran? Chen mengatakan, kelompok remaja dipersiapkan untuk vaksinasi, akan tetapi kapan waktunya masih belum dipastikan. Pendapat dari ahli medis di kedepannya masyarakat awam juga akan mendapat vaksin dosis ke-4, Chen Shih-chung menambahkan, dosis ke-4 ditargetkan untuk kelompok rentan, banyak negara yang juga menerapkan seperti demikian.

Sementara ini sulit mendapat alat rapid test di toko obat, Chen Shih-chung mengatakan, sepertinya di toko waralaba lebih mudah untuk mendapatkannya, saat ini apotik kewalahan dengan metode pembelian, di masa mendatang akan memberlakukan sistem pendataan terpadu, ada kemungkinan ada perbedaan biaya, CECC saat ini sedang bernegosiasi dengan asosiasi apoteker (Federation of Taiwan Pharmacits Association, FPTA) membahas penanganan permasalahan alat rapid test yang tersisa, berharap agar apotik bisa memesan lebih banyak.

Selain itu, dalam rangka memastikan agar masyarakat tidak terganggu, Chen Shih-chung kemarin (20/4) mengatakan, akan memperluas kebijakan bagi profesi tertentu yang telah disuntik 3 dosis vaksin maka bebas diisolasi, perihal ini akan ditetapkan pada pekan ini. Berkaitan dengan pernyataan awak kapal dapat dipertimbangkan CECC, Chen Shih-chung mengatakan, akan dibahas secara komprehensif, pemeriksaan skrining pengganti isolasi menjadi arah kebijakan yang tepat, hanya saja produser pelaksanaan masih perlu mengamati situasi perkembangan pandemi.

PM Su Tseng-chang pada hari ini dalam sidang Yuan Legislatif menyampaikan, pemerintah akan menjamin kuantitas dan harga alat rapid tes yang stabil dan terjangkau, ia juga menginstruksikan Wakil PM Shen Rong-jin (沈榮津) untuk mengawasi agar penerapan alat rapid test dengan system pendataan sefera berjalan. PM Su mengatakan, persediaan obat penangkal virus dalam negeri mencukupi, remdesivir masih ada 16.000 dosis, obat oral penangkal virus lebih dari 26.000 dosis, lagipula pemerintah akan menambah persediaan obat ini; Vaksin Moderna akan tiba dalam 2 tahap, berkisar 1,5 juta dosis.

PM Su Cheng-chang mengatakan, MOHW telah menetapkan vaksinasi anak-anak usia 6-11 tahun berdasarkan saran dari pakar medis, usia 12-17 tahun bisa mendapatkan vaksin dosis ke-3. PM Su mengatakan, wajib memberitahu orang tua agar mengetahui efek samping, dan tetap menghargai kesediaan dari pihak orang tua.

Komentar

Terbarumore