:::

Chen Chu: Membantu Perikanan Taiwan Menuju Pembangunan Berkelanjutan

  • 30 November, 2021
  • 尤繼富
Chen Chu: Membantu Perikanan Taiwan Menuju Pembangunan Berkelanjutan
Chen Chu: Membantu Perikanan Taiwan Menuju Pembangunan Berkelanjutan

(Taiwan, ROC) --- Komite Nasional Hak Asasi Manusia hari ini (30/11) menggelar presentasi melaporkan proyek HAM pada ABK asing. Berdasarkan laporan investigasi terhadap 6 ABK asing dari Yuan Pengawas (The Control Yuan), pihaknya bersama dengan 34 organisasi NGO lintas negara mengajukan tuntutan untuk mengakhiri tindakan kerja paksa untuk menangkap ikan di lepas pantai.

Yuan Pengawas juga menyarankan untuk merevisi segala kekurangan yang ada, serta bertahap mengikuti tren yang diberlakukan dunia saat ini,, guna melindungi HAM ABK asing dan membantu mewujudkan perkembangan sektor perikanan dalam negeri yang berkelanjutan.

Chen Chu (陳菊) yang menjabat sebagai Ketua Komite menyampaikan, beberapa pihak telah berulang kali menyatakan bahwa kapal penangkap ikan asal Taiwan melakukan eksploitasi tenaga kerja yang sistematis terhadap para ABK asing. Tuntutan tersebut terus dilancarkan oleh negara penempatan ABK, organisasi NGO dan asosiasi internasional lainnya.

Menanggapi tuntutan tersebut, Komnas HAM telah membentuk tim kerja khusus, guna mengumpulkan 6 kasus investigasi terkait pelanggaran HAM terhadap ABK asing. Dan laporan tersebut diumumkan hari ini.

Laporan tersebut memilah polemik HAM di kalangan ABK yang harus segera dituntaskan, meliputi perbedaan ketentuan atau peraturan yang digunakan oleh negara pengirim dan negara penempatan dalam merekrut para nelayan, pemerintah tidak memiliki sumber daya mumpuni untuk menyelidiki tindakan kerja paksa di atas kapal yang tengah berlayar, atau perlakuan tidak adil yang diterima para ABK saat menyampaikan permasalahannya di saluran pengaduan, terutama perihal perlindungan lingkungan kerja dan perolehan upah.

Chen Chu mengatakan, “Apakah lingkungan tempat tinggal di atas kapal dan setelah mendarat telah memenuhi ketentuan internasional. Bagaimana memastikan bahwa para ABK beserta anggota keluarga mereka telah menerima upah yang layak. Bagaimana memperkuat, mengawasi serta mengelola lingkungan tempat tinggal di atas kapal dan fasilitas terkait lainnya. Kemudian mengontrol manajemen dari agensi perantara, guna membangun mekanisme perlindungan yang adil dan semestinya.”

Salah seorang anggota komite – Wang You-ling (王幼玲) menyarankan agar Yuan Eksekutif segera mengurangi kesenjangan antara mekanisme yang terdapat dalam UU Standar Ketenagakerjaan MOL dengan Konvensi Perikanan C188 dari Organisasi Buruh Internasional (ILO), dan secara bertahap memperbaiki kualitas lingkungan hidup ABK asing.

Wang You-ling menyerukan untuk meningkatkan hubungan kerja sama internasional guna membangun mekanisme konstitusional dalam meningkatkan sistem pengawasan terhadap hak-hak buruh ABK saat berada di atas kapal.

Ia juga menuturkan agar otoritas berwenang secara bertahap mengimplementasikan kebijakan untuk mentransfer upah pada ABK, guna menghindari terjadinya eksploitasi oleh agensi perantara.

Chen Chu menekankan, langkah yang diambil oleh Taiwan harus sejalan dengan standar internasional, guna mempertahankan kualitas tenaga kerja ABK. Melindungi HAM para ABK menjadi fokus terpenting Taiwan saat ini. Dengan demikian dapat membantu Taiwan untuk mewujudkan pembangunan berkelanjutan di sektor perikanan dalam negeri.

Komentar

Terbarumore