:::

Survei: 40% Pelajar Meragukan “Makna Nilai” Masuk Universitas

  • 27 November, 2021
  • 譚雲福
Survei: 40% Pelajar Meragukan “Makna Nilai” Masuk Universitas
Survei: 40% Pelajar Meragukan “Makna Nilai” Masuk Universitas

        (Taiwan, ROC) – Hari Sabtu tanggal 27 November, The Professor Huang Kun-huei Education Foundation merilis sebuah pengumuman hasil jajak pendapat terbarunya, dimana diketahui ada sebanyak 40% pelajar yang meragukan makna nilai untuk melanjutkan sekolah hingga ke universitas, selain itu juga tercatat ada sebanyak 40% pelajar yang menganggap masa depan suram usai lulus dari sekolah.

        Pihak The Professor Huang Kun-huei Education Foundation belum lama ini baru saja melakukan jajak pendapat secara online yang melibatkan dosen dan organisasi pelajar. Survei yang dilakukan mulai dari tanggal 20 Mei hingga 20 Juli, tercatat ada sebanyak 7.150 orang yang turut serta di dalamnya, dan ada 6.381 hasil jajak pendapat yang dianggap sah, dan pengumuman dilakukan pada hari Sabtu tanggal 27 November.

        Dari hasil jajak pendapat diketahui ada sebanyak 74,1% pelajar yang menganggap jika hendak belajar maka harus mengambil mata kuliah yang sesuai dengan keinginannya, sementara itu ada sebanyak 75% yang berpendapat jika mata kuliah yang diambilnya adalah sesuai dengan kemampuannya sendiri. The Professor Huang Kun-huei Education Foundation berpendapat jika semua ini tentu merupakan hasil dari paduan ragam tahapan seleksi yang diberikan bagi para pelajar selama ini.

        Namun tercatat ada sebanyak 40% pelajar yang berpendapat jika dirinya meragukan makna nilai dari tujuan untuk melanjutkan kuliah di universitas, selain itu ada sebanyak 39,5% yang beranggapan akan memiliki masa depan suram usai lulus sekolah. The Professor Huang Kun-huei Education Foundation menjelaskan jika ke dua mata bagian tersebut, mencatat persentase yang cukup tinggi, sehingga boleh dikatakan sebagai sebuah peringatan yang sangat penting bagi setiap pihak, sehingga wajib untuk bisa mendapatkan perhatian lebih dan membutuhkan pemikiran yang lebih mendalam lagi.

        The Professor Huang Kun-huei Education Foundation berargumen jika program pelebaran pendidikan yang berlebihan, akan menurunkan atau melemahkan fungsi dan peran dari para lulusan pendidikan tingkat tinggi dalam kehidupan sosial masyarakat, termasuk fungsi memperbaiki strata ekonomi yang ada. Semua ini menjadi alasan yang menyebabkan para pelajar menjadi bimbang dalam memandang makna nilai untuk terus melanjutkan kuliah.

        Dari hasil jajak pendapat, ada 46,2% pelajar yang baru saja lulus, hendak segera dapat bekerja, ada 18,3% pelajar yang hendak mengambil jenjang pendidikan lebih tinggi di dalam negeri, sementara itu tercatat ada sebanyak 13,3% pelajar yang berkeinginan untuk melanjutkan pendidikan di luar negeri. Berkenaan dengan harapan terhadap kondisi lingkungan pekerjaan yang ada adalah, bagi mereka yang memiliki latar belakang pendidikan berlevel tinggi sudah selayaknya mendapatkan pemasukan dan juga kesejahteraan yang lebih baik, dimana persentase penilaian untuk mata poin ini cukup tinggi, termasuk jaminan dalam mendapatkan pekerjaan yang diharapkan, kemampuan bekerja dan kecocokan dalam mengintegrasikan pekerjaan dengan pendidikan yang diambilnya.

        The Professor Huang Kun-huei Education Foundation menyampaikan jika persentase untuk bekerja jauh lebih tinggi dibandingkan keinginan untuk melanjutkan pendidikan, sementara bagi mereka yang tengah mencari pekerjaan mengharapkan untuk bisa mendapatkan pemasukan yang lebih baik dan jaminan akan lapangan pekerjaan yang tersedia. Di sisi lain, persentase untuk mengembangkan bakat yang dimiliki menjadi lebih kecil, dan ini juga menjadikan para pelajar lebih memilih jalur yang realistis.

        Wakil Kepala Departemen Ujian Steven Lee yang turut diundang hadir dalam jumpa pers pada hari Sabtu tanggal 27 November menjelaskan jika pihak Kementerian Pendidikan sempat melakukan jajak pendapat di tahun 2008, dimana diketahui ada hampir setengah dari total pelajar yang ada tidak menyukai mata kuliah yang tengah digeluti, dan selang 10 tahun berlalu, dari jajak pendapat yang dilakukan oleh The Professor Huang Kun-huei Education Foundation diketahui ada 74,1% pelajar yang menyebutkan jika dirinya mengambil mata kuliah yang sesuai dengan keinginan dan kemampuannya, dan ini menjadi sebuah hal yang patut disyukuri.

        Berkenaan dengan 40% pelajar yang meragukan masa depannya yang akan suram sebegitu lulus dari sekolah, Steven Lee menjelaskan bahwa hal ini dipengaruhi oleh berbagai hal yang cukup kompleks, dimana ada kemungkinan jika jurusan yang disebutkan tidak merancang mata kuliah yang diharapkan oleh para pelajar, termasuk dalam menghadapi kecilnya lapangan pekerjaan yang ada, namun justru malah membuka terlampau banyak pilihan mata kuliah. Atau mungkin juga dikarenakan ada berbagai pekerjaan yang hanya cukup merekrut lulusan sekolah kejuruan saja, namun malah justru merekrut mahasiswa yang lulus dari universitas, bahkan hingga sampai ke level strata 2, sehingga tentu akan memberikan pengaruh kecilnya upah gaji yang diberikan, yang tidak lagi sesuai dengan harapan yang ada.

Komentar

Terbarumore