:::

Uji Coba Klinis Tahap ke-2 Vaksin Medigen Dimuat dalam Buletin The Lancet

  • 14 October, 2021
  • 鄭蕙玲
Uji Coba Klinis Tahap ke-2 Vaksin Medigen Dimuat dalam Buletin The Lancet
Uji Coba Klinis Tahap ke-2 Vaksin Medigen Dimuat dalam Buletin The Lancet (foto: FDA Taiwan)

(Taiwan, ROC) – Kabar baik beruntun dari Medigen, vaksin nasional COVID-19 Taiwan, selain mendapat izin penggunaan darurat (EUA) dari Eswatini yang menjadi salah satu negara sahabat yang memiliki hubungan diplomatik dengan Taiwan, uji coba klinis tahap kedua dari Medigen telah berakhir, hari ini (14/10) juga termuat dalam “The Lancet Respirotory Medicine” bagian buletin medis saluran pernapasan di salah satu jurnal pengobatan paling prestisius di dunia “The Lancet”. Berdasarkan tesis perhitungan kekebalan tubuh dari Dokter Penyakit Menular, Lee Ping-ing yang dimuat dalam majalah “The Lancet” ini, kemampuan perlindungan vaksin Medigen berkisar 80% - 90%.

Artikel tesis yang berjudul “Safety and immunogenicity of CpG 1018 and aluminium hydroxide-adjuvanted SARS-CoV-2 S-2P protein vaccine MVC-COV1901: interim results of a large-scale, double-blind, randomised, placebo-controlled phase 2 trial in Taiwan “ hari ini dimuat dalam buletin Lancet Respiratory Medicin (Impact Factor 30.7), ini merupakan yang perdana uji coba tahap satu dan dua vaksin COVID-19 Taiwan masuk dalam Lancet yang merupakan buletin internasional.

Vaksin Medigen yang menggunakan metode jembatan kekebalan sebagai penganti uji coba tradisional tahap ketiga, sehingga tidak sedikit orang meragukan daya lindung dari vaksin nasional Medigen ini. Dokter Lee Ping-ing yang juga sebagai Ketua Koordinator Tim Penasihat Vaksinasi, Badan Kesehatan, hari ini juga membagikan kabar ini dan mengemukakan bahwa dalam tesisnya mengungkapkan, berdasarkan standar kekebalan vaksin berdasarkan Oxford-AstraZeneca, setelah melalui transformasi unit konsentrasi imunitas, kemampuan perlindungan kekebalan dari vaksin Medigen berkisar 80%-90%.

Vaksin Medigen yang pada tanggal 13 Oktober mengumumkan, mendapat izin penggunaan darurat (EUA) dari satu-satunya negara sahabat diplomatik Taiwan di Benua Afrika yaitu Eswatini. Selain vaksinasi yang dilakukan di dalam negeri, saat ini juga dengan agresif meraih pasar luar negeri. Saat ini juga tengah merencanakan untuk penerapan uji coba klinis tahap ketiga di Paraguay, European Medicines Agency (EMA) dan tempat-tempat lain Uni Eropa, dengan tujuan memperoleh sertifikat internasional.

Komentar

Terbarumore