:::

Negara Miskin Dunia: Kekurangan Vaksin dan Berkemungkinan Tidak Dapat Turut Serta Dalam Forum COP26

  • 11 September, 2021
  • 曾秀情
Negara Miskin Dunia: Kekurangan Vaksin dan Berkemungkinan Tidak Dapat Turut Serta Dalam Forum COP26
Negara Miskin Dunia Kekurangan Vaksin dan Berkemungkinan Tidak Dapat Turut Serta Dalam Forum COP26

(Taiwan, ROC) – Sonam Phuntsho Wangdi, seorang pejabat berkewarganegaraan Bhutan, yang mewakili LDC Group, yakni organisasi 46 negara dengan kondisi pembangunan terbelakang di dunia, pada hari Jumat tanggal 10 September mengeluarkan surat pernyataan yang menyampaikan bahwa banyak negara-negara miskin di dunia yang terus meminta bantuan dari dunia internasional, agar dapat memberikan bantuan dalam hal mendapatkan vaksin serta permintaan untuk pelonggaran karantina, guna memastikan diri dapat mewakili negaranya masing-masing dalam keikutsertaan di 2021 United Nations Climate Change Conference, atau yang disebut dengan Forum COP26, yang akan diselenggarakan di Glasgow Skotlandia pada bulan depan mendatang.

Konferensi kali ini juga mendapatkan pukulan telak akibat pengaruh serangan COVID-19, sehingga konferensi yang awalnya hendak digelar pada akhir tahun lalu terus diundur hingga November tahun ini, dimana konferensi ini dinilai menjadi sebuah kesempatan dan pertemuan penting untuk mendiskusikan pengurangan emisi karbon yang dihasilkan dari masing-masing negara peserta, sehingga mampu mencapai target nol emisi karbon pada tahun 2050 mendatang, dengan batasan suhu di dunia mampu mencapai sebuah standar yang tidak melebihi 1,5 derajat dibandingkan dengan sebelum masa revolusi industri di dunia. Hal ini juga merupakan sebuah target yang ditetapkan dalam pertemuan di Paris pada tahun 2015, sehingga dunia mampu menghindari dampak buruk akibat pemanasan global.

Sonam Phuntsho Wangdi mengatakan, “Mewakili negara-negara dengan kondisi pembangunan yang terbelakang di dunia, tentu saja masih mempedulikan untuk dapat hadir dalam konferensi di Glasgow tersebut.”

"Negara dan masyarakat kami, adalah korban yang terparah akibat pengaruh pemanasan global, sehingga kami tentu saja tidak dapat dikesampingkan bgitu saja dalam hal pengambilan keputusan berkenaan dengan langkah yang akan ditempuh dunia internasional dalam menghadapi pemanasan global, sekaligus tidak mengesampingkan kami dari pembahasan berkenaan dengan kondisi kehidupan dan mata pencaharian yang kami hadapi”, jelas Sonam Phuntsho Wangdi.

Ada sekitar 20 an negara dengan kondisi pembangunan yang paling terbelakang di dunia, meliputi Ethiopia, Haiti dan Bangladesh, yang dimasukkan ke dalam zona merah oleh pihak pemerintah Inggris, dimana ini juga menujukkan jika para perwakilan harus mengikuti persyaratan karantina di dalam hotel selama 10 hari, barulah dapat mengikuti 2021 United Nations Climate Change Conference, atau Forum COP26.

Komentar

Terbarumore