:::

Wang Yi Mengklaim Kedaulatan Taiwan, MOFA: Bertentangan dengan Fakta dan Persepsi Dunia Internasional

  • 27 July, 2021
  • 尤繼富
Wang Yi Mengklaim Kedaulatan Taiwan, MOFA: Bertentangan dengan Fakta dan Persepsi Dunia Internasional
Wang Yi Mengklaim Kedaulatan Taiwan, MOFA: Bertentangan dengan Fakta dan Persepsi Dunia Internasional

(Taiwan, ROC) --- Saat bertemu dengan Wakil Menteri Luar Negeri Amerika Serikat – Wendy Sherman, Menteri Luar Negeri Republik Rakyat Tiongkok (RRT) – Wang Yi menggarisbawahi 3 hal yang wajib dijaga, guna mencegah terjadinya kesenjangan hubungan antara RRT dengan AS. Dalam 3 hal tersebut, salah satunya adalah isu-isu terkait Hong Kong dan Taiwan.

Menanggapi hal tersebut, Kementerian Luar Negeri Republik Tiongkok (MOFA) hari ini (27/7) menyampaikan, klaim bahwa Taiwan adalah bagian dari RRT adalah hal yang keliru, dan jelas bertentangan dengan fakta dan persepsi dunia internasional.

Saat bertemu dengan Menlu Wendy Sherman kemarin di Tianjin, Penasihat Negara yang juga menjabat posisi Menlu RRT – Wang Yi menyampaikan, ada tiga prinsip yang harus dijaga, agar hubungan RRT dengan AS tetap berlangsung normal. Salah satunya isu di Xinjiang, Hong Kong dan Taiwan.

RRT bahkan menggarisbawahi “Taiwan” sebagai prioritas utama mereka. Sedangkan di lain pihak ,Wendy Sherman menaruh perhatian yang mendalam terhadap tindakan otoritas Beijing di kawasan Selat Taiwan, Laut Tiongkok Timur dan Laut Tiongkok Selatan.

Juru Bicara MOFA, Joanne Ou menyampaikan, AS terus menyampaikan keprihatinannya kepada RRT, terutama menyangkut aksi provokatif Negeri Tirai Bambu terhadap Taiwan, serta menegaskan akan pentingnya situasi perdamaian dan stabilitas Selat Taiwan. MOFA juga menyampaikan rasa terima kasih mereka kepada pihak AS yang terus berupaya semaksimal mungkin.

Joanne Ou juga menyampaikan, Taiwan akan selalu mengikuti perkembangan terhadap pertemuan yang berlangsung di Tianjian serta seluruh situasi yang berkembang saat ini, dengan tetap menjalin komunikasi dengan pihak Amerika Serikat.

Joanne Ou menambahkan, klaim pejabat RRT terhadap kedaulatan Taiwan adalah hal yang keliru. Selain bertentangan dengan fakta dan persepsi dunia internasional saat ini, pandangan tersebut telah melanggar hal kolektif dari 23 juta warga di Taiwan.

MOFA menekankan, Republik Tiongkok – Taiwan adalah negara demokrasi yang berdaulat dan independent. Kedaulatan tersebut terletak di genggaman 23 juta warga Taiwan, dan merekalah yang berhak menentukan masa depan Bumi Formosa. Pemerintah yang berdiri saat ini, merupakan hasil pemilu yang demokratis dan dipilih langsung oleh warga Taiwan, serta dapat mewakili rakyat Taiwan di hadapan dunia internasional.

Joanne Ou menambahkan, terlepas dari pandangan RRT terhadap Taiwan, hal tersebut tidak akan mengubah sejarah dan fakta yang ada. Itu hanya akan membuat Taiwan semakin gigih dalam mempertahankan kedaulatan nasionalnya dan melindungi nilai demokrasi. Taiwan akan terus menggelar kerja sama dengan negara-negara yang memiliki prinsip serupa, serta akan menjaga prinsip demokrasi, perdamaian dan kemakmuran di kawasan Indo Pasifik.

Komentar

Terbarumore