:::

Komite Militer Senat AS Meloloskan RUU Otorisasi Pertahanan Nasional, Menjelajah Kerja Sama Pertahanan AS-Taiwan

  • 23 July, 2021
  • 陳柏萇
Komite Militer Senat AS Meloloskan RUU Otorisasi Pertahanan Nasional, Menjelajah Kerja Sama Pertahanan AS-Taiwan
Komite Militer Senat AS Meloloskan RUU Otorisasi Pertahanan Nasional, Menjelajah Kerja Sama Pertahanan AS-Taiwan

     (Taiwan, ROC) -- Komite Militer Senat Amerika Serikat (AS) meloloskan Rancangan Undang-Undang (RUU) Otorisasi Pertahanan Nasional untuk tahun fiskal 2022. RUU itu tidak hanya mengimbau pihak AS dapat terus mempertahankan kemampuan untuk mengintimidasi Republik Rakyat Tiongkok (RRT) yang mengubah status quo di Selat Taiwan secara sepihak, tetapi juga meminta untuk melaksanakan penilaian kelayakan peningkatan kerja sama pertahanan AS-Taiwan.

     Komite Militer Senat AS pada 22 Juli 2021 mengumumkan, dengan jumlah suara anggota 23 banding 3, meloloskan "Undang-Undang Otorisasi Pertahanan Nasional untuk Tahun Anggaran 2022" (FY2022 NDAA) dengan jumlah total US$ 777,9 miliar (sekitar NT$ 21.9 triliun). RUU tersebut kemudian akan dikirimkan ke seluruh Senat untuk dibahas.

     Isi lengkap RUU tersebut belum diumumkan kepada publik, tetapi menurut ringkasan 40 halaman RUU yang dirilis oleh Komite Militer Senat AS, pokok utama pada bagian Taiwan adalah dapat membantu Taiwan dalam meningkatkan kemampuan pertahanannya, menjelajahi peningkatan kerja sama pertahanan antara Amerika Serikat dan Taiwan, serta memastikan jika militer AS dapat mempertahankan kemampuan dalam mencegah invasi bersenjata RRT ke Taiwan.

     Menurut ringkasan RUU tersebut, RUU mengharuskan cabang eksekutif AS untuk memberikan penjelasan singkat kepada Kongres terkait kelayakan dan kesesuaian dalam meningkatkan kerja sama pertahanan AS-Taiwan, serta kerja sama antara Garda Nasional (National Guard) AS dan Taiwan. RUU tersebut juga mengharuskan Menteri Pertahanan AS untuk menilai kemampuan pertahanan asimetris Taiwan dan mengusulkan rencana bagaimana membantu Taiwan dalam meningkatkan kemampuan terkait.

     Dalam menghadapi ambisi agresif RRT terhadap Taiwan, RUU tersebut menyatakan jika dalam kebijakan AS,  militer AS harus mempertahankan kemampuan untuk mencegah RRT menyebabkan “fait accompli” ke Taiwan, dengan cara mencegah Beijing menggunakan kekuatan dalam mengubah status quo dengan Taiwan secara sepihak.

      “Fait accompli” umumnya mengacu pada penggunaan kekuatan militer RRT untuk menguasai Taiwan sebelum militer AS membuat tanggapan yang efektif, dan pada saat bersamaan meyakinkan militer AS bahwa akan sangat sulit atau perlu membayar dengan harga yang mahal dalam menanggapinya.

Selain itu, menurut ringkasan RUU, RUU juga meminta cabang eksekutif dapat memberikan penjelasan singkat kepada Kongres tentang upaya Departemen Pertahanan AS untuk mencegah dan menanggapi penggunaan kekuatan RRT dalam mengubah status quo di Selat Taiwan.

Komentar

Terbarumore