Presiden: Pemerintah akan Mempromosikan Strategi Keamanan Nasional 2.0

  • 04 May, 2021
  • 尤繼富
Presiden: Pemerintah akan Mempromosikan Strategi Keamanan Nasional 2.0

(Taiwan, ROC) --- Situasi pandemi dalam negeri untuk kategori penularan domestik kembali memanas belakangan ini. Namun demikian, perhelatan Konferensi Keamanan Informasi Taiwan tahun tetap berlangsung sesuai dengan jadwal.

Pada tanggal 4 Mei 2021, Presiden Tsai Ing-wen (蔡英文) hadir dalam upacara pembukaan konferensi tersebut. Dalam pidatonya, Kepala Negara menyampaikan, selama 2 periode masa jabatannya, kebijakan “Enam Industri Strategis” harus dibangun di atas dasar “Industri 5+2”.

Di tengah era transformasi 5G saat ini, pemerintah harus melakukan berbagai upaya untuk membangun mekanisme perlindungan jaringan informasi, guna melindungi sistem komunikasi Taiwan. Pada saat yang sama, jaringan tersebut juga dapat menjadi mekanisme yang dipercayai oleh pihak dunia internasional.

Kepala Negara melanjutkan, pihak pemerintah akan terus menggalang kerja sama dengan sektor swasta, guna memperkaya inovasi di bidang keamanan informasi. Hal ini meliputi rangkaian kegiatan promosi yang tengah digalakkan oleh pemerintah, atau membentuk kantor keamanan informasi di Yuan Eksekutif dan mendirikan personil keamanan jaringan komunikasi di MND (Kementerian Pertahanan Nasional).

Dukungan besar juga datang dari sektor swasta dan akademisi. Kelompok Keamanan Informasi Taiwan berhasil memenangkan prestasi membanggakan dalam kompetisi internasional. Pencapaian tersebut tidak hanya membuat nama Taiwan kian terdengar di mata dunia, melainkan juga menjadi platform bagi pengembangan bakat dan talenta.

Kepala Negara menambahkan, media teknologi informasi yang digunakan di era pandemic saat ini akan terus merambah ke kehidupan sehari-hari di masa mendatang. Inovasi tersebut akan terus berkembang, seiring dengan semakin populernya piranti AIOT, segala sesuatunya dapat terkoneksi dengan jaringan internet.

Di saat dunia telah terkoneksi dengan jaringan komunikasi modern, mekanisme perlindungan informasi menjadi kian penting untuk diterapkan.

Presiden Tsai Ing-wen menyampaikan, pemerintah akan mengedepankan mekanisme keamanan informasi atau Strategi Keamanan Nasional 2.0, yakni dengan mendirikan departemen pengembangan jaringan digital yang baru serta badan keamanan informasi khusus. Hal tersebut dilakukan, guna meningkatkan perlindungan dan ketahanan infrastruktur utama dan inti basis penyimpanan data di dalam negeri.

Taiwan akan terus memperkuat organisasi, menerapkan supremasi hukum, menumbuhkan talenta baru dan menyokong pelaku industri dalam negeri. Kepala Negara berharap agar pelaku sektor swasta dapat bekerja sama dengan pemerintah dalam membangun jaringan keamanan informasi negara yang tangguh, aman, andal dan cerdas.

Komentar

Terbarumore