Artikel Menteri MOHW Chen Shih-chung “Model Taiwan” Dapat Mengekang Penyebaran Pandemi

  • 04 May, 2021
  • 尤繼富
Artikel Menteri MOHW Chen Shih-chung “Model Taiwan” Dapat Mengekang Penyebaran Pandemi

(Taiwan, ROC) -- The Hill Times, Kanada tanggal 3 Mei memuat tulisan dari Menteri Kesehatan dan Kesejahteraan (MOHW) Taiwan, Chen Shih-chung. Dalam artikelnya membagikan pengalaman Taiwan dalam melawan pandemi, menegaskan “Model Taiwan” dapat mengekang secara berkelanjutan dari penyebaran pandemi, sehingga pihak-pihak terkait bersikeras mendukung Taiwan untuk dapat berpartisipasi dalam Organisasi Kesehatan Dunia. 

Chen Shih-chung dalam artikel yang dimuat di The Hill Times mengungkit bahwa Taiwan dapat bersama dunia membantu membangun sistem kesehatan global yang tangguh. Karena sistem medis yang menyeluruh, strategi pemeriksaan yang ketat, informasi yang terbuka dan transparan serta kerja sama antara sipil dan pemerintah. Taiwan adalah salah satu dari negara-negara di dunia yang paling berhasil dalam pencegahan epidemi.

Chen mengemukakan, “Pandemi COVID-19 kali ini membuktikan lagi bahwa Taiwan tidak seharusnya diabaikan dan berada di luar jaringan Kesehatan Dunia. Taiwan menjadi bagian yang tidak dapat terpisahkan dari sistem pengawasan dan peringatan global dari ancaman penyakit menular yang muncul.

Selain itu, kemampuan penelitian dan pengembangan serta produksi peralatan dan perawatan medis terkait epidemi yang pesat Taiwan (termasuk penelitian dan pengembangan vaksin COVID-19 yang sudah memasuki tahap kedua). Untuk itu apabila Taiwan dapat bekerja sama dan bergandengan tangan dengan global dalam  platform penyediaan pengobatan medis dan vaksinasi global COVID-19 serta lainnya tentu dapat memberikan kontribusi.

Chen Shih-chung menyampaikan, penularan pandemi COVID-19 yang mengganggu kesehatan manusia, begitu pula dengan perputaran ekonomi dan wisata yang terancam putus, mungkin dikarenakan transportasi internasional sehingga penyebaran pandemi semakin cepat ke seluruh dunia. Ia mengimbau Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) dan berbagai pihak terkait lainnya untuk mendukung Taiwan bergabung dalam WHO, agar Taiwan dapat sepenuhnya berpartisipasi dalam berbagai sidang, mekanisme dan kegiatan dalam WHO, bergandengan tangan dengan negara-negara di dunia untuk mewujudkan “kesehatan merupakan hak mendasar bagi manusia” serta target kemakmuran dan kesejahteraan berkesinambungan PBB.

Menteri MOHW juga mengatakan, wabah COVID-19 yang menyebar dari Wuhan, Daratan Tiongkok sejak akhir tahun 2019 hingga akhir Maret 2021 telah mengakibatkan 126 juta warga dunia terpapar, 2,7 juta orang meninggal. Wabah ini telah memberikan hantaman yang sangat besar bagi kesehatan, perekonomian, sosial masyarakat global, mengancam perkembangan kemakmuran PBB berkesinambungan yang telah diupayakan oleh tiap-tiap negara dunia.

Dalam artikel Menteri Chen Shih-chung mendeskripsikan proses dan keberhasilan Taiwan dalam upaya pencegahan COVID-19, mengemukakan bahwa berhubung secara geografis Taiwan berdekatan dengan Daratan Tiongkok, sempat memperkirakan bahwa virus ini menjadi salah satu ancaman yang mempengaruhi global. Dengan adanya pengalaman memberantas SARS pada tahun 2013, untuk itu Taiwan tidak mengabaikan peringatan yang didapatkan dari informasi baik yang resmi maupun tidak resmi, dan telah menilai bahwa tingkat penyebaran dan ancaman virus ini lebih membahayakan daripada yang diketahui oleh masyarakat dunia.

Taiwan sendiri sejak 31 Desember 2019 telah memperkuat pemantauan dari berbagai informasi yang ada, sejak kasus pertama muncul di Taiwan pada 21 Januari 2020 tidak pernah berhenti untuk melaksanakan tindakan pencegahan pandemi.

Hingga 22 April 2021, jumlah kasus yang tercatat di Taiwan sebanyak 1086 kasus termasuk 11 kasus meninggal. Kebanyakan dari masyarakat Taiwan dapat bekerja normal, bahkan sempat selama 253 haris berturut-turut tidak ada penularan domestik.

Dalam tulisan membeberkan, mekanisme pencegahan yang berhasil sehingga pengaruh COVID-19 terhadap perekonomian Taiwan tidak besar. Tingkat Pendapatan Domestik Bruto (PDB) Taiwan tahun 2020 sekitar 3,11% bahkan pada kuartal keempat sempat mencapai 4,94% berlawanan arah dengan perekonomian global yang mengalami keterpurukkan.

Di sisi lain, faktor penting dari keberhasilan Taiwan dalam menekan penyebaran pandemi COVID-19 adalah kerja sama dan kepercayaan masyarakat dengan pemerintah.

Dalam merumuskan strategi pengendalian epidemi, pemerintah menjunjung prinsip respons yang wajar, meminimalkan kerugian, dan perkembangan bertahap, mengupayakan pemenuhan hak masyarakat dengan tetap menjaga privasi dan kebebasan, selain itu juga berpegang pada prinsip keadilan, dan memberikan prioritas perlindungan terhadap kelompok rentan (termasuk pekerja migran).

Chen Shih-chung menunjukkan bahwa pandemi COVID-19 telah memberikan pukulan telak bagi semua negara. Sebagai anggota dari internasional yang bertanggung jawab, Taiwan akan melakukan yang terbaik untuk bekerja sama dengan WHO dan para pemimpin kesehatan global dalam memastikan bahwa setiap orang dapat menikmati hidup sehat dan kondisi kerja yang baik.

Komentar

Terbarumore