Pemda Taipei Persiapkan Sekolah bagi PMA Ke Wen-jer: Selesai Sumber Permasalahan Anak Luar Nikah PMA Berstatus Hilang Kontak

  • 07 April, 2021
  • 曾秀情
Walikota Taipei Ke Wen-jer

(Taiwan, ROC) -- Pemerintah Kota Taipei mempersiapkan sekolah bagi Pekerja Migran Asing, ada laporan media yang memberitakan bahwa Walikota Taipei, Ke Wen-jer meminta untuk mengatur kelas kontrasepsi, hal ini mendatangkan kritik bahwa nantinya akan memberikan stigma bagi PMA. Walikota Taipei, Ke Wen-jer ketika diwawancarai pada hari Rabu (7/4) menyampaikan, terdapat lebih dari 50 ribu PMA kehilangan kontak di Taiwan, diantaranya ada yang melahirkan anak tak berwarganegara, meskipun “Harmony Home” telah memberikan bantuan tetapi harus menyelesaikan dari sumber timbulnya masalah bayi luar nikah dari PMA.

Terkait persiapan sekolah bagi Pekerja Migran Asing (PMA) Pemerintahan Kota Taipei, Walikota Taipei Ke Wen-jer saat menerima wawancara mengatakan, saat ini ada sekitar 800 ribu PMA di Taiwan, untuk Kota Taipei tercatat lebih dari 40 ribu PMA, untuk itu berharap dapat menyediakan sekolah yang memberikan pengajaran bahasa Mandarin dan pelajaran lainnya bagi PMA, berharap dengan demikian dapat membantu mereka berbaur dalam masyarakat sosial Taiwan.

Ada laporan media memberitakan bahwa Walikota Taipei Ke Wen-jer dalam rapat internal mengemukakan banyaknya masalah anak di luar nikah dari PMA, seharusnya ada kelas yang mengajarkan kontrasepsi pada PMA, hal ini menimbulkan kritikan dari anggota legislator lainnya bahwa ini adalah “Stigmatisasi, penempelan label” bagi PMA. Terhadap hal ini Walikota Ke Wen-jer menyampaikan, terdapat 50 ribu PMA yang berstatus kehilangan kontak di Taiwan, dan sebagian dari mereka menimbulkan masalah bayi luar nikah, inilah masalah yang harus diselesaikan. Walikota Taipei Ke Wen-jer mengatakan, “Ada lebih dari 50 ribu PMA yang berstatus kehilangan kontak yang tidak memiliki identitas, apakah Anda semua tidak merasa ini adalah masalah? Orang-orang iini melahirkan anak “luar nikah tanpa identitas”, meskipun ada sebuah tempat di Nangang yang bernama “Harmony Home”, tetapi juga harus menyelesaikan sumber masalah, kalau sumbernya tidak dibenahi kemudian menimbulkan banyak pemasalahan balita luar nikah tanpa identitas, lalu mengatakan berdasarkan sudut pandang kemanusiaan, bagaimana kita dapat menyelesaikannya. Yang kami harapkan adalah dapat menyelesaikan sumber masalah dan bukan setumpuk permasalahan “anak luar nikah tanpa identitas.”

Walikota Taipei Ke Wen-jer mengatakan bahwa ia tidak tahu dalam hal apa terdapat diskriminasi, kita semua harus dengan nyata menghadapi masalah PMA kehilangan kontak, ini tidak saja memberikan masalah besar dalam sosial masyarakat, tetapi juga masalah bagi keamanan nasional.

Komentar

Terbarumore