Partai LDP Jepang untuk Pertama Kalinya Mengundang Frank Hsieh Bertukar Pikiran

  • 07 April, 2021
  • 曾秀情
PerwakilanTaiwan di Jepang Frank Hsieh (謝長廷)

(Taiwan, ROC) --- Dalam media yang dirilis oleh Kantor Perwakilan Republik Tiongkok (ROC) di Jepang pada tanggal 6 April 2021, Ketua Perwakilan Frank Hsieh (謝長廷) menyampaikan, peristiwa besar yang terjadi di Taiwan belakangan ini menjadi pemberitaan berbagai media.

Pada tanggal 5 April 2021, Frank Hsieh untuk pertama kalinya menerima undangan dari partai berkuasa di Jepang, yakni Partai Demokrat Liberal LDP, untuk datang ke markas besar mereka dan meminta pandangan Taiwan terhadap kebijakan yang akan diambil oleh pemerintah setempat.

Frank Hsieh menyampaikan, Perdana Menteri Jepang Yoshihide Suga akan terbang ke Amerika Serikat, guna menghadiri konferensi tingkat tinggi bersama dengan Presiden Joe Biden pada tanggal 16 April 2021 mendatang.

Sebelumnya, Menteri Luar Negeri kedua negara telah mengadakan pertemuan “Dialog 2+2” pada tanggal 16 Maret 2021 lalu. Dalam pertemuan tersebut, AS dan Jepang sempat membahas isu akan pentingnya menjaga stabilitas perdamaian di kawasan Selat Taiwan.

Kedua belah pihak berharap dapat memperdalam hubungan kerja sama yang berlandaskan semangat di atas. Konferensi tingkat tinggi yang akan digelar sudah seharusnya menyerukan penolakan terhadap upaya mengubah status-quo.

Beliau melanjutkan, ketegangan yang kian intens akhir-akhir ini memiliki keterkaitan dengan isu “pemerataan kekuatan”. Kekuatan militer Republik Rakyat Tiongkok (RRT) kian berkembang, dan membuat jurang pemisah dengan militer Taiwan semakin melebar.

Di lain pihak, Amerika Serikat tengah sibuk menyelesaikan polemik penanggulangan pandemi dan merumuskan kebijakan setempat, meliputi apakah akan mengadopsi kebijakan “menyelaraskan Benua Asia” atau “Amerika prioritas”.

Di tengah kedua kondisi di atas, membuat otoritas RRT kian melancarkan aksi provokatif mereka.

Frank Hsieh melanjutkan, Amerika Serikat telah memperhatikan akan pentingnya untuk menyeimbangkan kekuatan. Jika menilik dari dana yang dianggarkan oleh pemerintahan Joe Biden, dapat terlihat adanya penambahan di sektor pertahanan.

Selain itu, AS juga telah membentuk aliansi untuk memperluas pengaruhnya, misal dengan Dialog SQUAD, yang beranggotakan negara-negara penting di dunia, seperti AS, Jepang, Australia dan India.

Dirinya percaya pentingnya untuk menyeimbangkan kekuatan, apalagi saat ini RRT kian mengutamakan peningkatan persenjataan mereka. Namun sayangnya, Negeri Tirai Bambu tidak memprioritaskan prinsip kebaikan dan perdamaian.

Di satu sisi, Taiwan harus memperkuat sektor pertahanan nasional, tetapi perang tidak hanya mengandalkan kekuatan militer semata, melainkan juga mengedepankan nilai moralitas. Dukungan dari negara sahabat dan demokratis juga menjadi sangat penting. Saat ini, selain Amerika Serikat, tidak ada satu negara di dunia yang dapat berdiri sendiri melawan RRT. Oleh karena itu, dibutuhkan kerja sama erat yang erat dari negara-negara demokratis, guna menghalau paham otoritarianisme.

Komentar

Terbarumore