Dampak Pandemi, 7 Maskapai Asing Berhenti Terbang ke Taiwan

  • 05 March, 2021
  • 陳柏萇
疫情衝擊 7外籍航空停飛台灣

(Taiwan, ROC) -- Pandemi COVID-19 telah memukul berat industri penerbangan seluruh dunia. Menurut data statistik terbaru yang dirilis oleh Administrasi Penerbangan Sipil (CAA) Taiwan, pada tahun 2020, jumlah penumpang yang diangkut dengan rute internasional dan lintas selat hanya mencapai angka 8,82 juta orang, turun tajam sebanyak 80% jika dibandingkan dengan tahun 2019, yakni 59,58 juta orang. Untungnya, jumlah penumpang yang diangkut dengan rute domestik bertahan di angka 10 juta orang, hanya turun sekitar 17% dari tahun sebelumnya. Selain itu jumlah volume kargo untuk rute internasional dan lintas selat naik tipis sebanyak 5%, yakni 2,41 juta ton.

Perlu diketahui, pada tahun lalu (2020) sebanyak 7 maskapai asing berhenti terbang ke Taiwan, di antaranya Air France, Royal Flight, Siberia Airlines, AirAsia Japan, Eastar Jet, Cathay Dragon, dan NokScoot, di dalamnya tidak termasuk maskapai penerbangan bertarif rendah (Low-cost carrier, LCC). Terkait hal tersebut, Direktur Administrasi Penerbangan Sipil (CAA), Lin Kuo-hsien (林國顯) menganalisis hal tersebut dipengaruhi oleh wabah Covid-19, ditambah maraknya perusahaan maskapai asing yang bangkrut, bubar, merger dan restrukturisasi. Setelah pasar dapat kembali pulih, diperkirakan rute penerbangan jarak pendek dapat turut pulih kapan saja, hanya saja untuk rute penerbangan jarak jauh masih perlu ditinjau lebih lanjut.

Lin Kuo-hsien (林國顯) mengatakan, “Karena jalur lintas samudera jarak jauh sangat sulit untuk dioperasikan, terutama jalur Eropa dan Amerika. Jadi karena faktor muatan yang tidak begitu bagus, ditambah dengan buruknya pengendalian wabah Covid-19 di Benua Eropa dan Amerika, Air France pun berhenti memberikan layanan penerbangan. Seperti AirAsia Japan mungkin karena faktor epidemi mereka sendiri, Anda juga tahu, jika jumlah penumpang antara Taiwan dan Jepang, awalnya mencapai angka 700-800 per minggu, setara lebih dari 100 penerbangan sehari, tetapi sekarang turun dan hanya tinggal 1 digit saja!”

Selain itu, dibawah pengaruh wabah Covid-19, jumlah penerbangan yang dilakukan untuk mengangkut penumpang hanya 73.000 kali, tetapi jumlah pesawat kargo mencapai 36.000 kali penerbangan. Dan jumlah jadwal penerbangan luar negeri 1.0, mencapai angka 58 kali penerbangan dengan jumlah penumpang di atas puluhan ribu orang. Namun untuk penerbangan luar negeri 2.0, hanya mencatat 4 kali penerbangan dan hanya mengangkut sebanyak 427 penumpang.

Seiring dengan melambatnya pertumbuhan pandemi, dan satu demi satu negara di dunia pun mulai melaksanakan vaksinasi Covid-19, perbatasan masuk ke Taiwan juga telah dilonggarkan sedikit. CAA juga memperkirakan, pada tahun 2022 mendatang, volume penumpang rute internasional dan lintas selat akan kembali pulih hingga 30% seperti pada tahun 2019 yang lalu. Untuk volume penumpang dalam negeri, diharapkan tahun depan (2022) dapat kembali pulih layaknya pada level tahun 2019 yang lalu.

Komentar

Terbarumore