RRT Larang Impor Buah Nanas? Chen chi-chung: Larangan Dadakan, COA Kewalahan

  • 04 March, 2021
  • 鄭蕙玲
RRT melarang impor buah nanas dari Taiwan

(Taiwan, ROC) Bea Cukai Daratan Tiongkok pada Jumat lalu (26/2) tanpa ada pemberitahuan sebelumnya secara mendadak menghentikan impor nanas Taiwan berlaku pada tanggal 1 Maret 2021 dengan alasan buah nanas impor dari Taiwan ada ulat serangga bersisik. Penjelasan dari pihak Taiwan, tahun lalu sekitar Maret-April mendapat keluhan dari RRT bahwa nanas Taiwan ada ulat, setelah itu Taiwan melakukan pengawasan ketat di lahan perkebunan maupun pengemasan sebelum produk pertanian diekspor, kemudian buah nanas yang diekspor ke RRT setelah 19 Oktober tidak lagi mendapat keluhan, akan tetapi dalam beberapa hari terakhir ini secara mendadak pihak RRT menghentikan impor nanas, membuat masyarakat luar menilai adanya permainan politik.

Hari kamis ini (4/3) Menteri Dewan Pertanian (COA) menerima wawancara dari media radio dan menjelaskan, saat ini Taiwan sedang memasuki musim panen buah nanas, akhir bulan Februari mulai panen di Pingtung, dilanjutkan di Kaoshiung dan Chiayi. Tahun lalu ekspor nanas Taiwan ke RRT ada yang tidak memenuhi persyaratan, tetapi pihak RRT tidak langsung menghentikan pengiriman nanas, malah memilih pada saat musim panen secara tiba-tiba menghentikan impor nanas Taiwan, kondisi demikian membuat Dewan Pertanian menjadi kewalahan.

Chen Chi-chung mengatakan, “Jika Daratan Tiongkok terus demikian, maka akan mengubah situasi perdagangan internasional, menjadi dua blok yang berbeda. Salah satunya adalah pengambilan keputusan sendiri, jika dikaitkan banyak topik lainnya dengan politik maka pada akhirnya negara-negara yang memiliki perdagangan bebas akan bersatu, pada akhirnya akan merugikan diri sendiri.”

Menteri Dewan Pertanian COA menekankan, komunikasi instansi karantina antar selat masih berjalan dengan baik, sementara ini aktif mentransfer produk nanas ke negara lainnya, namun menjadi pekerjaan yang sulit karena kuantitas nanas cukup banyak. Sementara ini ada importer Jepang yang bersedia menambah pembelian buah nanas lebih dari 1200 ton, ini menjadi rekor tertinggi penjualan untuk pasar Jepang meningkat mencapai 5000 ton, Menteri COA yakin, harga dipertahankan sesuai dengan target rata-rata 2 tahun yang lalu maka panen buah nanas tahun ini dapat laris terjual.

Komentar

Terbarumore