Warga Taiwan Korban Penculikan dan Dijual 3 Kali Berhasil Diselamatkan PNP-AKG

  • 04 March, 2021
  • 鄭蕙玲
Warga Taiwan Korban Penculikan dan Dijual 3 Kali Berhasil Diselamatkan

(Taiwan, ROC) Seorang warga Taiwan yang menetap di Filipina (laki-laki) melamar pekerjaan di perusahaan Boyi (博弈公司) melalui layanan aplikasi, malah dirinya ditahan dan dikekang kebebasannya dan diperjualbelikan ke perusahaan lainnya. Kemudian ia meminta bantuan kepada kantor perwakilan Republik Tiongkok di Filipina, pada tanggal 2 Maret diselamatkan oleh Tim Anti Penculikan Kepolisian Nasional Filipina (PNP-AKG).

Tim Anti Penculikan Kepolisian Nasional Filipina (PNP-AKG) membuka konferensi pers menyampaikan, warga Taiwan bermarga Wu pada tanggal 1 Maret mengirim pesan bahwa dirinya diculik dan meminta bantuan kepada kantor perwakilan Taipei di Manila ; Tim PNP-AKG segera mengambil tindakan, pada tanggal 2 Maret pukul 9:30 berhasil menyelamatkan korban.

PNP-AKG menyampaikan, berdasarkan penjelasan dari korban, pada tanggal 26 Februari melalui aplikasi layanan Telegram melamar pekerjaan di perusahaan Boyi yang menawarkan gaji bulanan sebesar 13 ribu RMB. Pengakuan dari korban, pada hari tersebut karyawan dari perusahaan ini dan seorang supir berkewarganegaraan Filipina membawanya ke kota Pasay untuk dikarantina. Sekitar pukul 5 sore, dia didatangi oleh seorang laki-laki dengan alasan untuk melakukan pemeriksaan skrining COVID-19 memintanya untuk ikut pergi bersamanya, dikarenakan merasa curiga maka menolak untuk pergi.

Berdasarkan laporan yang disampaikan PNP-AKG, korban bermarga Wu sejak 28 Februari hingga 1 Maret, dirinya dibawa ke beberapa kawasan di Manila seperti Las Pinas dan Paranaque, pada akhirnya berhasil diselamatkan di kota Paranaque. Juru Bicara PNP-AKG, Rannie Lumactod mengatakan, hasil pemeriksaan menemukan, korban bermarga Wu diselamatkan dari lokasi milik perusahaan 3+7, yang digunakan sebagai tempat karantina karyawan. Pada saat itu di dalam ruangan hanya ada korban seorang diri dan tidak ada orang lain yang menjaganya.

Kantor perwakilan Taipei di Manila mengutarakan, berdasarkan pengakuan dari korban, total dirinya dijual sebanyak 3 kali, pertama pihak perusahaan Boyi dengan tawaran harga 38 ribu RMB, untuk perusahaan kedua dan ketiga dengan masing-masing dengan harga 30 ribu RMB.

Sejak tahun 2018, terakumulasi sebanyak 34 warga Taiwan meminta bantuan kepada kantor perwakilan Taipei di Manila karena berselisih dengan perusahaan Boyi baik permasalahan hutang piutang, perjudian dengan bunga tinggi ditahan dan diculik. Kantor perwakilan Taipei di Manila mengatakan, pada tahun 2020 saja, ada 10 kasus kejadian warga Taiwan yang diculik atau ditahan. Mengingatkan kepada warga saat melamar pekerjaan semestinya melalui jalur yang resmi dan benar, mendapatkan lebih banyak informasi yang jelas termasuk situasi perusahaan apakah legal atau tidak, isi kontrak kerja dan lainnya untuk menghindari kerugian materi atau menjadi korban tindakan kejahatan.

Komentar

Terbarumore