Kebutuhan Tenaga Kerja Industri Konstruksi Q2 Tertinggi selama 9 Tahun Terakhir

  • 03 March, 2021
  • 曾秀情
Kebutuhan Tenaga Kerja Industri Konstruksi Q2 Tertinggi selama 9 Tahun Terakhir

(Taiwan, ROC) -- Kementerian Tenaga Kerja (MOL) hari Rabu (3/3) menyampaikan, untuk memahami situasi kebutuhan tenaga kerja di lapangan pada akhir April tahun ini, MOL mengumumkan “Survei Ketenagakerjaan Pertama 2021” dari 3040 perusahaan yang memenuhi kriteria, dan mendapati kebutuhan akan tenaga kerj untuk kwartal 2 (Q2) bertambah 50 ribu tenaga kerja dibandingkan dengan kwartal pertama (Q1), mengores angka tertinggi dalam 9 tahun terakhir, untuk industri manufaktur mengalami kekurangan paling besar dalam 10 tahun terakhir yaitu sekitar 27 ribu tenaga kerja.

Yang patut diperhatikan adalah, MOL untuk perdana melakukan perbandingan statistik untuk industri konstruksi yang memperlihatkan pada Q2 kebutuhan penambahan tenaga kerja mencapai 2.496 orang, menembus rekor tertinggai Q2 tahun 2012.

Ketua Statistik MOL, Jasmine Mei mengatakan, “Bagusnya penampilan industri konstruksi pada gelombang pertama ini karena adanya arus balik pengusaha perantauan Taiwan, infrastruktur berwawasan kedepan, proyek publik pemerintah dan lainnya yang mungkin hubungan dengan perumahan real estate relatif lebih kecil.”

Apabila menelusuri lebih lanyak alasan bertambahnya kebutuhan tenaga kerja di bidang konstruksi, Jasmine Mei mengemukakan, 64% disebabkan perluasan perusahaan atau bertambahnya ragam produk yang dihasilkan, untuk kebutuhan jangka panjang hanya sebesar 5, 64%. Yang paling kekurangan adalah tenaga trampil atau asisten profesional yaitu sekitar 1.732 dari 2.496 tenaga kerja seperti tukang listrik, pekerja bangunan dan tenaga terampil lainnya, sedangkan untuk pekerjaan yang membutuhkan ketrampilan dasar dan yang cenderung dialihkan pada pekerja migran tidak terlalu banyak hanya sekitar 13 orang saja.

Mengenai organisasi industry yang berharap agar memberikan kelonggaran untuk merekrut pekerja migran asing bagi industry konstruksi swasta, MOL mengemukakan Kementerian Dalam Negeri sudah mengajukan usulan ini sejak September lalu, tetapi keputusan tetap kembali pada keputusan rapat, kuncinya pada pertimbangan pada kebutuhan, gaji dan hal-hal terkait lainnya, ditambah dengan statistik DGBAS memperlihatkan kekurangan tenaga kerja bidang konstruksi 2,62%, bidang jasa hanya 2,69%, harus mengevaluasi terlebih dulu menggunakan pendekatan apa jika ingin membuka pekerja migran di bidang konstruksi dan jasa.

MOL juga menegaskan, guna menyelesaikan masalah kekurangan tenaga kerja di bidang kontruksi, MOL juga memberikan bonus kerja sebesar NT$5.000 – 7.000 selama masa kerja, dengan waktu paling panjang 18 bulan dan paling banyak NT$10,800 agar mereka yang tidak mendapatkan kerja berencana untuk bekerja di bidang ini.

Komentar

Terbarumore