PM Su Tseng chang: Pelaku Usaha akan Mendorong Angka Penjualan Nanas Dalam Negeri

  • 02 March, 2021
  • 尤繼富
PS Su Tseng chang: Pelaku Usaha akan Mendorong Angka Penjualan Nanas Dalam Negeri

(Taiwan, ROC) --- Pemberitaan pelarangan impor buah nanas Taiwan oleh otoritas Republik Rakyat Tiongkok (RRT) gencar terdengar belakangan ini. Seluruh lapisan masyarakat Taiwan pun mensosialisasikan gerakan mendukung petani dengan mulai mengonsumsi buah nanas.

Namun demikian, daerah asal buah nanas produk kalengan milik Taiwan Sugar bukan berasal dari Taiwan. Pemberitaan tersebut mendatangkan ragam reaksi di dalam negeri.

Menanggapi pemberitaan di atas, Perdana Menteri Tsu Seng-chang (蘇貞昌) menyampaikan, nanas Taiwan memiliki kualitas yang baik dan rasa sangat manis. Dan kadar manis untuk nanas kalengan tidak boleh terlampau tinggi, sehingga beberapa pelaku usaha dalam negeri akan mengimpor buah nanas dari luar Taiwan.

PM Su menambahkan, pengusaha Taiwan akan memanfaatkan buah nanas dalam negeri untuk membuat berbagai makanan, misal buah nanas kering. Hal ini dilakukan guna mendorong penjualan nanas Taiwan.

RRT secara sepihak mengumumkan penangguhan impor buah nanas asal Taiwan pada bulan Maret tanpa adanya peringatan terlebih dahulu. Apalagi saat ini Taiwan tengah memasuki masa panen buah nanas.

Dalam rangka mendukung para petani, berbagai lapisan masyarakat telah melancarkan aksi dukungan, yakni dengan mulai membeli buah nanas dalam negeri. Namun demikian, salah seorang petinggi KMT kembali mempertanyakan “asal-usul” buah nanas yang terdapat pada produk kaleng Taiwan Sugar.

Asal buah nanas yang tertera di produk kaleng Taiwan Sugar adalah Thailand. Hal ini menimbulkan perdebatan di tengah masyarakat. Partai Progresif Demokratik (DPP) dinilai telah melontarkan omong kosong, yang menyesatkan warga Taiwan.

Namun demikian, buah nanas yang digunakan untuk produk kalengan tidak boleh terlampau tinggi. Mengakibatkan beberapa pengusaha akan lebih memilih mengimpor buah nanas dari luar negeri pada masa lalu.

Namun demikian, PM Su juga menjelaskan, jika pengusaha dalam negeri akan memperbanyak produk olahan mereka, guna meningkatkan daya penjualan.

PM Su Tseng-chang mengatakan, “Dahulu, buah nanas impor akan digunakan untuk produk buah kaleng. Setelah kejadian ini, badan usaha terkait akan membuat berbagai jenis produk lainnya, meliputi nanas kering, kue nanas atau arak nanas, dengan harapan dapat mendorong penjualan buah nanas dalam negeri.”

Bagaimana meningkatkan kerja sama internasional lainnya? PM Su melanjutkan, setelah RRT melarang impor buah nanas Taiwan, banyak penggiat ekspor dalam negeri mulai gencar mempromosikan produk mereka.

Jumlah ekspor buah nanas ke Jepang meningkat pesat. Apalagi warga Taiwan juga memberikan dukungan besar bagi petani, yakni dengan membeli buah-buah nanas yang ada.

Angka penjualan buah nanas saat ini juga meningkat dari total yang dijual ke RRT. Perdana Menteri kembali mengimbau kepada seluruh warga untuk lebih sering mengonsumsi buah-buahan produksi Taiwan.

Selain itu, seorang politisi DPP dikabarkan mengusulkan agar otoritas Taiwan mengadukan hal ke Organisasi Perdagangan Dunia (WTO). Menteri Ekonomi, Wang Mei-hua menyampaikan, Dewan Pertanian (COA) tengah merundingkan tantangan yang saat ini dihadapi. Kantor Negosiasi Ekonomi dan Perdagangan yang berada di bawah Yuan Eksekutif, juga akan diundang untuk mendiskusikan hal ini.

Ketua Kantor Urusan Daratan Tiongkok (MAC), Chiu Tai-shan (邱太三) mengatakan, Taiwan dan RRT memiliki mekanisme persetujuan kesepakatan kerja sama perihal karantina produk pertanian. Pertukaran antar kedua belah pihak telah berlangsung sedari dahulu dengan tetap bertumpu pada mekanisme tersebut.

Hal ini juga akan diterapkan dalam berbagai kesepakatan yang dikerjakan di masa mendatang.

Komentar

Terbarumore