Jumlah Libur Tanpa Gaji Setelah Tahun Baru Imlek Naik 12%

  • 24 February, 2021
  • 曾秀情
Jumlah Libur Tanpa Gaji Setelah Tahun Baru Imlek Naik 12%

(Taiwan, ROC) -- Kementerian Ketenagakerjaan hari Rabu (24/2) mengumumkan statistik pengurangan jam kerja (libur tanpa gaji) terbaru setelah tahun baru imlek, sebanyak 4158 orang dari 394 perusahaan yang bergerak di bidang transportasi dan pergudangan, layanan dan lainnya yang terdampak karena adanya perbatasan negara.

Angka ini memperlihatkan penambahan 455 orang dan 50 perusahaan atau meningkat 12% jika dibandingkan dengan sebelum liburan tahun baru imlek tanggal 8 Februari. Kepala Divisi Kesetaraan dan Persyaratan Kerja di bawah Kementerian Ketenagakerjaan, Huang Wei-chen (黃維琛) ketika diwawancarai menyampaikan, penambahaan orang maupun perusahaan kali ini kebanyakan adalah mereka yang bergerak di bidang transportasi dan pergudangan, penjualan eceran dan grosir, biro jasa dan lainnya termasuk perusahaan penerbangan, agensi perjalanan dan sebagian lainnya adalah manufaktur.

Huang Wei-chen mengermukakan, meskipun jumlahnya meningkat untuk periode kali ini, tetapi jika ditilik secara bulanan, angka ini memperlihatkan penurunan, jumlah hingga 24 Februari sebanyak 4.158 orang sedangkan pada 24 Januari jumlahnya 4.200 orang.

Huang Wei-chen juga mengungkapkan, apabila tidak ada perbaikan dalam perbatasan negara, mungkin tidak akan ada perubahan besar dalam jumlah angka pada bidang layanan jasa, sedangkan bidang lainnya seperti manufaktur berpeluang untuk turun.

Berdasarkan informasi yang ada, penambahan pada periode kali ini paling banyak di bidang penjualan eceran dan grosir sebanyak 107 perusahaan, kedua adalah bidang layanan jasa 101 perusahaan, diikuti dengan manufaktu 81 perusahaan. Sedangkan ditilik dari jumlah orang yang terkena libur tanpa gaji atau pengurangan jam kerja paling banyak adalah di bidang manufaktur 1.235 orang, transportasi dan pergudangan 1.022 dan layanan jasa 783 orang.

Komentar

Terbarumore