Rata-Rata Upah Kesetaraan Gender di Taiwan Perlahan-Lahan Membaik

  • 23 February, 2021
  • 尤繼富
Rata-Rata Upah Kesetaraan Gender di Taiwan Perlahan-Lahan Membaik

(Taiwan, ROC) --- Pemerintah Taiwan terus mendorong kesadaran publik akan pentingnya kesetaraan gender. Kementerian Ketenagakerjaan (MOL) hari ini (23/2) menyampaikan “Hari Kesetaraan Upah” untuk tahun ini jatuh pada tanggal 21 Februari 2021.

MOL juga mengamati kesenjangan yang ada selama 10 tahun belakangan. Jika dibandingkan dengan pria, jumlah hari kerja yang dibutuhkan oleh gender perempuan telah berkurang menjadi 51 hari, dari semula 63 hari. Hal ini jelas memperlihatkan tendensi penurunan.

MOL menambahkan, “Hari Kesetaraan Upah” di Taiwan akan berdasar pada data yang dirilis oleh Direktorat Jendral Bujet, Akuntansi dan Statistik (DGBAS), guna mengamati perkembangan gaji yang diperoleh seluruh karyawan.

Berdasarkan data statistik DGBAS, rata-rata gaji/jam untuk gender perempuan sebesar NT$ 296, sedangkan untuk gender laki-laki berjumlah NT$ 344, dengan kesenjangan sebesar 14%. Setelah dikonversi, perempuan harus bekerja 51 hari lebih banyak, guna memperoleh gaji tahunan yang setara dengan laki-laki.

Mengamati data dalam kurun waktu 10 tahun terakhir, rata-rata kesenjangan upah per jam di Taiwan untuk periode tahun 2020 berada di kisaran 14%. Yang mana, angka tersebut berjumlah 17% pada tahun 2010.

MOL juga menambahkan, kesenjangan rata-rata upah antar perempuan dengan laki-laki di Taiwan selama 2 tahun belakangan lebih kecil, jika dibandingkan dengan negara-negara besar lainnya, misal Amerika Serikat (17,7%), Jepang (31,9%) dan Korea Selatan (30,6%).

Dalam 10 tahun terakhir, kesenjangan upah di berbagai negara juga memperlihatkan tren penurunan, misal Korea Selatan menyusut 7,8%, Jepang 3,3%, Taiwan 3,1% dan Amerika Serikat 1,1%.

MOL menekankan, selain faktor, beberapa faktor juga dinilai dapat mempengaruhi perbedaan jumlah pemasukan, misal jenis pekerjaan, senioritas dan pengalaman akademik. Mempersempit jurang perbedaan jumlah pemasukan antar laki-laki dengan perempuan, menjadi tujuan bersama dari seluruh lapisan masyarakat.

Komentar

Terbarumore