Taiwan Berlakukan Peraturan Baru untuk Pengendalian Rumah Sakit Selama Masa Pandemi

  • 23 January, 2021
  • 曾秀情
Taiwan Berlakukan Peraturan Baru untuk Pengendalian Rumah Sakit Selama Masa Pandemi

        (Taiwan, ROC) – Pusat Komando Epidemi sentral atau CECC pada hari Rabu tanggal 20 Januari lalu memberikan pengumuman terbaru, berkenaan dengan penanganan rumah sakit dalam menghadapi kasus pandemi COVID-19 terbaru, sehingga mulai per tanggal 20 Januari akan memperketat pengendalian perizinan keluar masuk rumah sakit, dimana bagi yang hendak menjenguk pasien yang sakit, semuanya akan diberlakukan waktu menjenguk yang sama satu hari satu kali, adapun penjabaran peraturan terbaru, seperti tersebut di bawah ini:

  1. Setiap orang yang hendak keluar masuk rumah sakit, mematuhi peraturan yang diterapkan dalam masa-masa musim batuk dan gangguan saliran pernafasan, melakukan pengukuran suhu tubuh dan menerapkan protokol pencegahan melalui sanitasi tangan.
  2. Bagi para penjenguk pasien yang sakit, yang awalnya sehari diizinkan 2 kali, kini diperpendek menjadi 1 hari 1 kali, dan setiap kali menjenguk, maksimal 1 pasien hanya boleh dijenguk oleh 2 orang, namun kondisi di lapangan masih harus mengikuti peraturan yang diberlakukan di masing-masing rumah sakit yang ada.
  3. Bagi pasien yang tinggal di dalam rumah sakit, maka yang menjaga dan tinggal di dalam rumah sakit, hanya dibatasi 1 orang.
  4. Setiap tamu yang datang menjenguk pasien, harus mentaati sistem pendataan nama asli, menerapkan kebijakan pemberian jawaban secara jelas berkenaan dengan rekam jejak perjalanan atau travel history, jenis pekerjaan atau occupation, jejak rekam interaksi atau contact history dan apakah sempat melakukan perkumpulan skala massal atau cluster. Selain itu para pengunjung dapat menggunakan fasilitas komputasi awan untuk mengecek data yang lebih lengkap berkenaan dengan informasi yang diberikan.
  5. Bagi mereka yang diminta untuk melakukan isolasi mandiri, karantina mandiri dan pengawasan kesehatan mandiri, selama masa pengendalian atau pemantauan, maka dilarang untuk berkunjung ke rumah sakit atau menemani orang lain berkunjung ke rumah sakit.
  6. Bagi yang diminta untuk melakukan isolasi mandiri, karantina mandiri dan pengendalian kesehatan mandiri, maka selama masa yang diberlakukan dilarang untuk berkunjung ke rumah sakit. Akan tetapi jika setelah melakukan hal yang tersebut tadi, usai memasuki hari pertama dan tidak ada gejala, maka masyarakat diizinkan untuk mengajukan permohonan pengambilan tes uji swab dengan biaya sendiri, dan jika hasilnya negatif, maka diizinkan untuk menjenguk pasien yang ada di rumah sakit.
  7. Seluruh petugas yang berada dalam instansi kesehatan, termasuk para pekerja yang direkrut dari luar, maka diwajibkan untuk mengenakan pakaian pelindung yang sekiranya dibutuhkan.

Pihak CECC mengimbau seluruh warga masyarakat untuk sebisa mungkin menghindari kunjungan ke rumah sakit atau menjenguk pasien di rumah sakit, disarankan untuk menggunakan sistem video call atau telepon sebagai pengganti kunjungan. Jika pasien memerlukan barang kebutuhan, disarankan barang-barang tersebut dapat diserahkan kepada petugas rumah sakit untuk diserahlan kepada pasien. Namun jika memang masih tetap ada keharusan untuk menjenguk pasien secara langsung, maka disarankan untuk melakukan pendataan dengan penggunaan nama asli, mengikuti prosedur yang diterapkan oleh pihak rumah sakit. Selain itu, merujuk kepada peraturan yang diterapkan oleh masing-masing instansi medis kedokteran yang ada, setiap peraturan akan dilakukan perbaikan merujuk kepada perkembangan pandemi yang ada.

Komentar

Terbarumore