Hampir Setahun Libur Tanpa Gaji Pramugari dan Pemandu Wisata Tidak Berani Berhenti Kerja

  • 16 January, 2021
  • 曾秀情
Hampir Setahun Libur Tanpa Gaji Pramugari dan Pemandu Wisata Tidak Berani Berhenti Kerja

(Taiwan, ROC) -- Lampu peringatan iklim ekonomi terus berwarna hijau, dengan indikator mencatat rekor tertinggi selama 9,5 tahun terakhir, tetapi dampak dari hantaman pandemi COVID-19 tetap membuat mereka yang bergerak di bidang pariwisata tidak bisa tersenyum. Pramugari sebuah perusahaan penerbangan Taiwan sudah terkena libur tanpa gaji selama hampir 1 tahun bernama samaran Xiao Duo karena jam terbang berkurang drastis terpaksa harus mencari masukan sebagai sales, sedangkan pemandu wisata senior yang pendapatan sebelumnya bisa mencapai NT$200 ribu perbulan, sekarang hanya hanya dapat mengandalkan pemasukkan yang hanya tinggal 10% saja.

XiaoDuo (20 tahun) sebagai pramugari selama 4 tahun lebih, sejak Maret 2020 terkena libur tanpa gaji, jam terbangnya juga terpotong drastis, yang tentu saja pemasukannya turun drastis, sehingga harus mulai mencari kerjaan tambahan lainnya sebagai sales barang dan kartu kredit, bisa menambah pemasukkan beberapa ribu. Ia yakin suatu hari nanti wabah akan mereda dan dapat segera kembali bekerja.

Selain itu, seorang pemandu wisata senior yang sebelumnya pemasukkan tertinggi bisa mencapai NT$200 ribu sehingga ia berani mengkredit rumah, siapa yang menyangka datangnya wabah COVID-19 membuat pendapatannya jadi nol, sekarang hanya bisa bergantung pada pekerjaan sementara yang tiap bulannya kurang lebih NT$20 ribu saja untuk melewati hidup.

Dampak pandemi juga dirasakan oleh Lin yang fasih bahasa Jepang dengan pendapatan sebelumnya NT$75 ribu/bulan tetapi tahun lalu perusahaan tempat ia bekerja mengalami kesulitan. Sebenarnya ia bisa bekerja di Jepang, tetapi situasi wabah di Jepang terus memanas.

Hasil survei Bank kerja 1111 memperlihatkan 73% pekerja kantoran mendapat pengaruh pandemi, menurunnya profit perusahaan sehingga bonus tahunan berkurang, tidak ada lembur serta libur tanpa gaji sehingga 89% pekerja berkeinginan ganti pekerjaan terutama mereka yang bekerja di manufaktur, yang paling tidak ingin ganti pekerjaan adalah mereka yang berada di perusahaan teknologi komunikasi.

Komentar

Terbarumore