Mahasiswa Taiwan di Norwegia Memperjuangkan Status Kewarganegaraannya, MOFA: Mendukung Sepenuhnya

  • 02 December, 2020
  • 曾秀情
Juru Bicara Kementerian Luar Negeri Joanne Ou

(Taiwan, ROC) --- Seorang mahasiswa Taiwan di Norwegia mengajukan tuntutan kepada Mahkamah Agung setempat, setelah kolom kewarganegaraan dalam kartu identitasnya tertulis “salah satu provinsi RRT”.

Namun sayangnya, Mahkamah Agung Norwegia menolak tuntutan itu dan akhirnya membuat mahasiswa Taiwan tersebut memutuskan untuk mengajukan banding ke Pengadilan Hak Asasi Manusia Benua Eropa.

Menanggapi hal tersebut, Juru Bicara Kementerian Luar Negeri (MOFA), Joanne Ou menyampaikan, MOFA menghormati keputusan sang mahasiswa tersebut, yang tengah memperjuangkan status kewarganegaraannya di hadapan Pengadilan HAM Benua Eropa.

Dirinya menambahkan, MOFA juga akan memberikan bantuan, jika mahasiswa tersebut membutuhkan.

Joanne Ou mengatakan, “Mahasiswa tersebut merasa jika kebijakan Satu Tiongkok yang dianut oleh Norwegia adalah mengaku Taiwan sebagai bagian dari RRT. Dan dokumen yang dimiliki oleh warga Taiwan, tidak satupun berasal dari Daratan Tiongkok. Kebijakan yang dianut oleh Norwegia sangat bertolak belakang dengan fakta di lapangan. Kewarganegaraannya ditandai dengan RRT, hal ini tentu tidak sesuai dengan kenyataan yang ada. Tindakan tersebut telah melanggar pasal 8 dari Konvensi HAM Benua Eropa. Inilah yang dituntut oleh mahasiswa tersebut.”

Joanne Ou sekali lagi menekankan, Taiwan bukan bagian dari RRT dan Mahkamah Agung Norwegia memilih untuk tidak mendengar penjelasan dari sang mahasiswa. Hal ini tentu telah melanggar perlindungan hak dari pelajar Taiwan tersebut.

Ia pun menyerukan kepada otoritas Norwegia untuk menyelesaikan permasalahan ini sebaik mungkin dan memperbaiki kesalahan yang ada.

Komentar

Terbarumore