Taiwan Menutup Sementara Akses Pengiriman PMA Asal Indonesia, MOL Menyiapkan 3 Langkah Antisipasi

  • 01 December, 2020
  • 尤繼富
Taiwan Menutup Sementara Akses Pengiriman PMA Asal Indonesia, MOL Menyiapkan 3 Langkah Antisipasi

(Taiwan, ROC) --- Keputusan otoritas Taiwan untuk menangguhkan pengiriman PMI (Pekerja Migran Indonesia) selama 2 pekan mendatang, dicemaskan beberapa pihak akan berdampak sektor perindustrian dalam negeri.

Menanggapi kecemasan tersebut, Menteri Ketenagakerjaan (MOL) - Hsu Ming-chun (許銘春) saat ditemui pada hari Selasa (1/12) menyampaikan, pihaknya akan menyesuaikan kuantitas permintaan dengan jumlah perawat lansia (pekerja Taiwan).

Di samping itu, pihaknya akan mencanangkan wacana untuk memperpanjang masa tinggal para PMA (Pekerja Migran Asing) di Taiwan. Dirinya juga telah meminta kepada Menteri Kesehatan dan Kesejahteraan (MOHW) untuk mengkoordinasikan sumber daya perawatan jangka panjang.

Jumlah PMI yang terpapar COVID-19 kian meningkat. Guna untuk menekan angka penularan, pihak CECC juga telah memutuskan untuk menangguhkan sementara seluruh pengiriman PMI dari Indonesia selama 2 pekan. Kebijakan di atas akan berlaku semenjak 4 Desember hingga 17 Desember 2020.

Dikarenakan sebagian besar sektor informal Taiwan didominasi oleh PMA asal Indonesia, keputusan CECC kemarin (30/11) dicemaskan dapat berdampak pada kelangsungan perawatan kesehatan dalam negeri.

Saat ditemui di Yuan Legislatif pada Selasa pagi (1/12), Menteri MOL - Hsu Ming-chun menyampaikan, pihak MOL telah mempersiapkan 3 langkah antisipasi, meliputi menyuplai pekerja dalam negeri untuk memenuhi permintaan di sektor informal, memperpanjang masa tinggal PMA di Taiwan dan mengoordinasikan kapasitas sumber daya perawatan jangka panjang dengan Menteri MOHW.

Hsu Ming-chun mengatakan, "Pertama, kami akan menyuplai perawat dalam negeri untuk membantu para majikan. Kedua, jika diperlukan, akan memperpanjang masa tinggal para PMA. Ketiga, kami juga akan meminta Menteri MOHW untuk mengoordinasikan sumber daya perawatan jangka panjang."

Saat ditemui, Menteri Ekonomi – Wang Mei-hua (王美花) menyampaikan, 70% PMA asal Indonesia bergelut di sektor perawatan rumah tangga dan 30% lainnya berada di sektor perindustrian (pengolahan logam dan makanan).

Wang Mei-hua menambahkan, keputusan untuk menangguhkan sementara pengiriman PMI ke Taiwan akan mengurangi pasokan pekerja dalam negeri, setidaknya 300 hingga 400 tenaga kerja. MOE juga telah menyesuaikan kekurangan tersebut dengan PMA dari negara lain atau merekrut pekerja Taiwan.

Di saat yang sama, MOE juga akan berkoordinasi dengan asosiasi perindustrian dalam negeri. Jika terdapat kebutuhan mendesak, MOE akan segera meminta bantuan kepada MOL.

Wartawan kembali mempertanyakan, apakah pihak Taiwan akan menggunakan cara penangguhan sementara ini sebagai media tawar-menawar dengan otoritas Indonesia, yang memberlakukan kebijakan "zero cost".

Menanggapi pertanyaan di atas, Menteri MOL menjawab bahwa ini adalah dua hal yang berbeda. Dengan bantuan Kementerian Luar Negeri (MOFA), MOL akan terus mengupayakan komunikasi dengan pihak Indonesia terkait kebijakan "zero cost".

MOL juga telah meminta bantuan MOFA untuk mulai mencari negara baru, guna menyuplai permintaan perawatan kesehatan dalam negeri.

Komentar

Terbarumore