7 Q&A Terkait Protokol Kesehatan Saat Masuk ke Taiwan per Desember 2020

  • 30 November, 2020
  • 鄭蕙玲
Seiring dengan program pencegahan pandemi musim gugur-dingin, petugas di bandara memperketat pendataan penumpang yang masuk ke Taiwan
12月起入境須附核酸報告 7大疑惑一次解答
7 Q&A Terkait Protokol Kesehatan Saat Masuk ke Taiwan per Desember 2020
 
Protokol kesehatan musim gugur dan musim dingin secara resmi akan diluncurkan per 1 Desember 2020, bagi penumpang pesawat terbang yang hendak masuk ke Taiwan atau sekedar transfer di bandara Taiwan, diwajibkan untuk menyertakan surat bukti tes uji PCR sebelum naik pesawat. Banyak pertanyaan yang bermunculan terkait peraturan baru ini, apakah yang tidak memiliki surat bukti tes uji, dapat naik pesawat atau tidak? 
 
Adapun protokol kesehatan musim gugur dan musim dingin, meliputi 3 poin utama, salah satunya adalah kewajiban penumpang untuk menyertakan surat bukti hasil tes uji PCR saat hendak naik pesawat, sementara dua poin lainnya antara lain kewajiban warga masyarakat untuk mengenakan masker di 8 kawasan utama yang telah diumumkan sebelumnya dan memperkuat pelaksanaan pemeriksaan dan pelaporan kasus oleh pihak rumah sakit.
 
Per 1 Desember 2020, semua penumpang yang hendak masuk ke Taiwan atau hanya sekedar melakukan transit di bandara Taiwan, TANPA membedakan kewarganegaraan, tujuan masuk ke Taiwan, maka sebelum naik pesawat diwajibkan menyertakan surat bukti hasil tes uji PCR COVID-19 yang memiliki masa kedaluwarsa 3 hari.
 
Sebegitu informasi menyebar, banyak pengusaha Taiwan yang berada di luar negeri, pelajar yang tengah merantau, mengkhawatirkan dirinya tidak bisa mendapati surat bukti hasil tes uji PCR atau mendapati adanya perubahan jadwal penerbangan yang mendadak berubah, sehingga tidak dapat kembali pulang ke Taiwan.
 
Pihak CECC juga telah memberikan berbagai solusi pemecahan permasalahan yang dikhawatirkan tersebut, namun masih banyak yang tidak mengerti dan menimbulkan kecemasan warga.
 
Berikut adalah 7 pertanyaan yang kerap ditanyakan oleh para penumpang, termasuk jawaban resmi yang diumumkan oleh Pusat Komando Epidemi Sentral (CECC) Taiwan.
 
 1. Mengapa tidak memberlakukan pengetesan dengan sistem pembayaran pribadi setelah tiba di Taiwan, dan mewajibkan penyertaan surat bukti hasil tes uji saat hendak naik pesawat? Peraturan ini akan diberlakukan hingga berapa lama? 
 ⁃ Seiring dengan semakin dekatnya berbagai kegiatan perayaan, misalnya Natal, Tahun Baru, Tahun Baru Imlek, pihak CECC memprediksi akan ada banyak orang yang keluar masuk Taiwan, agar dapat menghindari terjadinya kemungkinan meningkatnya penularan saat mobilitas masyarakat, maka setiap penumpang wajib menyertakan surat bukti hasil tes uji PCR saat hendak naik pesawat, sehingga pihak maskapai penerbangan dapat menjadikannya sebagai rujukan penempatan lokasi duduk atau program pembatasan yang sekiranya dibutuhkan di dalam pesawat. Tidak memberlakukan program pengetesan usai tiba di bandara Taiwan, karena mempertimbangkan arus penumpang yang terlampau banyak di dalam bandara, sehingga bisa menaikkan risiko penularan saat menunggu di bandara.
 ⁃ Peraturan ini diberlakukan mulai tanggal 1 Desember 2020 hingga 28 Februari 2021.
 
 2. Siapa yang harus membayar biaya tes uji PCR? Apakah usai menyertakan surat bukti tes uji, maka boleh naik pesawat?
 ⁃ Semua biaya tes uji PCR ditanggung oleh masing-masing individual
 ⁃ Saat menyertakan hasil tes uji, akan berkemungkinan menghadapi 3 kondisi, antara lain: 
A. Hasil tes uji negatif, dapat naik pesawat.
B. Hasil tes uji positif, penumpang harus mengikuti proses pengobatan yang diberlakukan di negara setempat atau menjalani karantina. Jika dikarenakan untuk mengantisipasi perubahan penyakit maka harus pulang ke Taiwan, sang penumpang dapat merujuk kepada “Pedoman proses pengajuan pengobatan bagi warga negara Taiwan yang positif terinfeksi COVID-19 di luar negeri untuk kembali ke Taiwan dan menjalani pengobatan”, mengajukan permohonan khusus, dengan menggunakan pesawat carteran khusus atau pesawat khusus medis, baru dapat kembali masuk ke Taiwan.
C. Tidak memiliki surat bukti tes uji, penumpang wajib mendapatkan izin khusus dari maskapai penerbangan dengan kondisi letak posisi duduk yang telah diatur terlebih dahulu baru dapat naik pesawat. Usai tiba di Taiwan, wajib menjalani pengetesan dan tidak akan mendapatkan dana subsidi apapun, sekaligus harus menanggung sanksi denda senilai NT$ 10.000 hingga NT$ 150.000. Namun jika penumpang memenuhi ke 4 kriteria urgensi khusus yang disebutkan oleh pihak CECC, maka yang bersangkutan tidak akan dikenakan denda.
 
 3. Seperti yang disebutkan sebelumnya, apa saja 4 kriteria urgensi khusus yang boleh tidak menyertakan surat bukti hasil tes uji dan tidak akan dikenakan hukuman sanksi denda?
 ⁃ Kondisi bantuan urgensi, misalnya menghadiri upacara melayat atau duka yang memiliki hubungan kekeluargaan berlevel 2, menjenguk pasien keluarga sendiri yang tengah berada dalam kondisi akut, menjalani pengobatan khusus urgensi. Hal ini diwajibkan turut  menyertakan surat bukti kematian, surat pemberitahuan kondisi penyakit akut, surat hasil pemeriksaaan medis kedokteran terkait.
 ⁃ Penumpang berasal dari negara yang tidak memiliki sarana pemeriksaan tes uji PCR, hingga tanggal 27 November tercatat ada 6 negara yang tidak memiliki sarana tes uji antara lain: Tuvalu, Niue, Fiji, Tonga, Belize, Saint Lucia.
 ⁃ Program khusus kementerian lainnya, setelah mendapatkan izin dari CECC, jika diketahui memang harus melakukan perjalanan dinas jangka pendek, dan saat ada di luar negeri telah menjalani program pencegahan penularan yang intensif, serta penyertaan surat bukti terkait.
 ⁃ Yang lainnya, yang diberikan izin oleh pihak CECC, namun hingga saat ini masih belum ada satupun yang diumumkan diizinkan oleh pihak CECC.
 
 4. Bagi yang tidak memiliki surat bukti tes uji, apa yang harus dilakukan sebelum naik pesawat dan setelah tiba di bandara? 
 ⁃ Ke-4 jenis warga masyarakat (Tidak termasuk yang hendak melakukan transit pesawat di bandara Taiwan), hendaknya menghubungi pihak maskapai penerbangan 3 hari sebelum hari penerbangan, memberitahukan alasan ketidakmampuan mendapatkan surat bukti hasil tes uji dan mengajukan permohonan perizinan. Saat memberikan laporan kepada maskapai penerbangan  harus secara aktif menandatangani surat pernyataan keputusan pemeriksaan kesehatan dan mengikuti petunjuk penempatan lokasi tunggu, lokasi duduk dalam pesawat dan lain sebagainya, baru dapat naik pesawat. Penumpang DILARANG merubah atau mengganti lokasi duduk dalam pesawat, selain itu hanya diizinkan menggunakan toilet yang ditentukan dalam pesawat dan mengenakan masker sepanjang perjalanan, serta menghindari interaksi komunikasi dengan yang lainnya.
 ⁃ Sebegitu tiba di bandara, penumpang secara aktif langsung menunjukkan surat pernyataan keputusan pemeriksaan kesehatan dan dokumen tanda bukti lainnya kepada petugas bandara. Petugas medi akan merujuk kepada kondisi penumpang dan mengambil kesimpulan apakah penumpang memiliki gejala atau tidak. Jika dikategorikan bergejala, maka merujuk pada peraturan yang berlaku, penumpang wajib menjalani pemeriksaan dan pengetesan, serta masuk ke rumah sakit untuk menjalani pengobatan. Bagi yang tidak memenuhi ke-4 kriteria yang disebutkan, maka penumpang yang bersangkutan akan dikenakan sanksi denda.
 
 5. Instansi apakah yang dapat mengeluarkan surat bukti hasil tes uji PCR? Harus memiliki isi materi apa saja? 
 ⁃ Surat bukti hasil tes uji PCR yang dikeluarkan oleh instansi medis resmi (Rumah sakit) dari negara yang bersangkutan, memiliki versi bahasa Inggris, bahasa Mandarin atau versi bahasa Inggris dan Mandarin secara bersamaan.
 ⁃ Isi materi, minimal harus memiliki 7 informasi antara lain: Nama lengkap sesuai paspor, tanggal lahir atau nomor paspor, waktu pengambilan sampel pengetesan, waktu hasil pengetesan, nama penyakit yang diderita, cara pengetesan, kesimpulan. Adapun surat bukti hasil tes uji, boleh dalam bentuk kertas, fotokopi atau hasil laporan elektronik.
 ⁃ Jika nama yang tertera dalam surat bukti hasil tes uji berbeda dengan nama yang tertera dalam paspor, atau memiliki dwi-kewarganegaraan, memiliki nama marga milik suami atau pasangan, sehingga menyebabkan adanya ketidak-cocokkan nama, selama maskapai penerbangan menyatakan sesuai atau cocok, maka surat bukti hasil tes uji tersebut dikategorikan berfungsi dan berlaku.
 ⁃ Selain itu, jika surat bukti hasil tes uji berbahasa Prancis, Spanyol dan atau bukan dalam bahasa Mandarin atau bahasa Inggris, namun pihak petugas bandara setempat dan petugas maskapai penerbangan memiliki kemampuan mencocokkan data informasi terkait, maka proses pengajuan untuk naik pesawat dapat diizinkan. Sementara itu, bagi kalangan pebisnis yang hendak memperpendek masa karantina mandiri, tetap harus menyertakan surat bukti hasil tes uji dalam bahasa Mandarin, bahasa Inggris.
 
 6. Jika salah satu negara anggota Uni Eropa yang mengeluarkan surat bukti hasil tes uji PCR, apakah dapat digunakan untuk naik pesawat dari negara anggota Uni Eropa lainnya?
 ⁃ Jika penumpang menggunakan moda transportasi jenis mobil, kereta api atau kapal laut, dan memenuhi masa waktu pemeriksaan yakni masa kedaluwarsa 3 hari sebelum keberangkatan, memenuhi persyaratan pemeriksaan kesehatan dari negara lainnya, maka bisa naik pesawat dari negara tersebut.
 
 7. Jika surat bukti hasil uji tes direkayasa atau tidak sesuai dengan kenyataan, apa yang akan dihadapi oleh penumpang?
 ⁃ Jika surat bukti hasil tes uji yang diajukan penumpang tidak sesuai dengan kenyataan, atau menolak atau menghindari atau mengganggu upaya pemeriksaan, maka merujuk kepada Undang-Undang Pencegahan Penyakit Menular pasal 58 dan pasal 68, akan dikenakan sanksi denda sebesar NT$ 10.000 hingga NT$ 150.000.
 ⁃ Berkenaan dengan surat bukti hasil tes uji yang tidak sesuai dengan kenyataan, akan ditindaklanjuti dengan proses hukum pemalsuan dokumen.

Komentar

Terbarumore