CECC: Kewajiban Serahkan hasil Tes Uji COVID-19 Saat Naik Pesawat Tidak Melanggar UUD

  • 28 November, 2020
  • 譚雲福
CECC: Kewajiban Serahkan hasil Tes Uji COVID-19 Saat Naik Pesawat Tidak Melanggar UUD

        (Taiwan, ROC) – Sehubungan dengan protokol kesehatan baru yang ditetapkan khusus untuk menyambut datangnya musim gugur dan musim dingin, dimana ada beberapa kewajiban yang dikhawatirkan melanggar jaminan UUD. Pihak Pusat Komand Epidemi Sentral atau CECC pada hari Jumat tanggal 27 November menyampaikan bahwa guna untuk dapat mencegah terjadinya perluasan penularan pandemi yang lebih efisien, sekaligus menurunkan dampak tekanan dalam pelaksaaan di lapangan, mempertimbangkan kebebasan, hak berobat bagi yang positif terinfeksi dan juga jaminan kesehatan masyarakat Taiwan sendiri, maka semua yang kini tengah diberlakukan adalah hanya sebuah prinsip dasar protool kesehatan dan tidak ada yang bertentangan dengan jaminan yang disebutkan dalam Undang-Undang dasar.

        Pihak CECC mengumumkan tentang diberlakukannya Protokol Kesehatan Musim Gugur dan Musim Dingin, di antaranya para penumpang yang hendak naik pesawat maka diwajibkan untuk dapat menyerahkan surat bukti hasil uji tes PCR yang memiliki masa berlaku 3 hari sebelum keberangkatan, yang mana hal ini dikhawatirkan berkemungkinan melanggar UUD.

        Wakil Ketua Tim Tanggap Darurat Medis CECC Luo Yu-chun pada malam hari memberikan pernyataan mendadak kepada publik, bahwa sehubungan dengan kondisi pandemi COVID-19, maka pemberlakukan kewajiban menyerahkan surat bukti hasil tes uji PCR negatif bagi setiap penumpang yang hendak naik pesawat, dengan masa kedaluwarsa 3 hari saat keberangkatan. Usai melakukan diskusi dengan pihak kementerian terkait dan mendapatkan kesepahaman, maka hal ini tidak perlu dikhawatirkan melanggar UUD.

        Luo Yu-chun menjelaskan bahwa seiring dengan semakin meningkatnya jumlah pasien yang positif terinfeksi COVID-19 di seluruh dunia, maka Taiwan juga tentu akan menghadapi dampak pengaruh yang sama akibat serangan pandemi, khususnya di kawasan perbatasan negara dan juga komunitas. Pihak CECC juga telah memberlakukan peraturan yang lebih ketat khususnya untuk kawasan perbatasan negara dan juga benar-benar menerapkan berbagai langkah pencegahan, agar benar-benar mampu memberikan jaminan perlindungan akan keamanan kesehatan seluruh warga masyarakat yang berada di dalam negeri.

        Sementara untuk warga asing yang hendak masuk ke Taiwan, diwajibkan harus menyerahkan surat bukti hasil tes uji PCR negatif, selanjutnya proses penempatan di dalam pesawat juga akan diserahkan kepada pihak maskapai penerbangan, agar dapat mengatur letak posisi duduk setiap penumpang, sehingga dapat menurunkan kemungkinan penularan semaksimalnya. Selain itu juga difungsikan untuk mengurangi kemungkinan lamanya penumpang yang menunggu hasil tes uji, dimana semakin lama menunggu di lokasi yang sama, maka akan turut serta meningkatkan kemungkinan penularan di dalam lokasi yang sama.

        Luo Yu-chun menyebutkan sehubungan dengan langkah kebijakan yang diambil tersebut, adalah merujuk kepada UU pencegahan pandemi pasal 58 butir pertama peraturan ke dua, yang menyebutkan jika setiap penumpang wajib menyertakan surat hasil tes uji PCR negatif saat hendak naik pesawat, selain itu juga merujuk kepada UU terkait pasal ke 17 butir pertama, pasal ke 59 butir pertama, ketiga dan juga UU karantina pelabuhan bandara pasal ke 24, dimana meminta setiap maskapai penerbangan dapat mengajukan permohonan kepada para penumpang yang hendak naik pesawat untuk dapat menyertakan bukti hasil tes uji PCR negatif. Dengan berdasarkan kepada semua UU yang tengah diberlakukan, maka protokol kesehatan yang kini diberlakukan memiliki dasar payung hukum yang kuat.

        Jika penumpang yang hendak naik pesawat, namun tidak memiliki surat bukti hasil tes uji, dikhususkan kepada mereka yang memiliki urgensi untuk naik pesawat, misalnya bagi yang hendak mengikuti prosesi duka, menjenguk pasien yang tengah berada dalam kondisi kritis atau akut dan bagi yang hendak mendapatkan pengobatan secara urgensi, termasuk bagi mereka yang tidak dapat menemukan lokasi tes di negara asalnya, maka sesuai dengan hasil diskusi yang diambil oleh pihak CECC, jika yang bersangkutan usai tiba di Taiwan dan dapat mematuhi serta menjalankan protokol kesehatan di Taiwan, maka tidak akan dikenakan denda.

        Untuk warga Taiwan sendiri, hendaknya mengikuti langkah pencegahan yang tengah diberlakukan di Taiwan, yakni mengikuti prosedur karantina terpadu, agar dapat menjamin kesehatan pribadi dan juga keluarganya. Jika ada yang mendadak hendak kembali ke Taiwan atau melakukan pengobatan, pihak yang terkait dapat merujuk kepada peraturan yang diberlakukan, dan mengajukan surat permohonan secara khusus.

Komentar

Terbarumore