Siapa Yang Menjual Saham Minyak Ke Investor RRT? Menko Janji Akan Menyelidiki Sampai Tuntas

  • 26 November, 2020
  • 鄭蕙玲
Menko Wang Mei-hua

(Taiwan, ROC) Diprediksikan kapal pertambangan CPC kawasan Afrika, Republik Chad membawa sejumlah 95000 barrel minyak mentah pada awal bulan Desember akan dikirim balik ke Taiwan, sebaliknya juga terungkap pada tahun 2016 sebelum pergantian parpol berkuasa, dari 70% kepemilikan saham CPC sebagian dialihkan ke Hainan Huaxin International Holding Co. yang didukung oleh Tentara Pembebasan Rakyat (kemiliteran RRT), bukan hanya hal ini yang sangat sensitif, pengalihan kepemilikan saham melebihi dari yang ditetapkan sebelumnya mencapai 33%, sehingga kepemilikan saham dengan pembagian sebagai berikut CPC, Huaxin masing-masing 35%, pemerintah Republik Chad 30%, hal ini memicu keraguan masyarakat apakah kelak mendatang Taiwan tidak lagi memiliki hak manajemen, bahwa ada media yang melaporkan seorang mantan kepala eksklusif kantor CPC cabang di luar negeri bertemu dengan staf Huaxin di gedung kasino di Chad, sehubungan dengan hal ini maka hari Kamis ini (26/11) isu ini menjadi isu penting dalam sidang interpelasi di Yuan Legislatif.

Chairman CPC Ou Jia-ruey, Presiden CPC Lee Shun-chin (李順欽) menekankan, pada masa tersebut sempat berhubungan dengan 10 negara, tetapi tidak ada satupun yang menerima persyaratan CPC, hanya ada perusahaan Huaxin yang menerima, menyetujui untuk menjadi pengelola usaha CPC, tetapi permintaannya adalah kepemilikan saham 35%. Mengenai hal ini anggota kaukus mempertanyakan siapakah yang ketuk palu menyetujui pengalihan kepemilikan saham melebihi dari standar yang ditetapkan, kedua dari mereka mengaku pada saat itu tidak ada di tempat; Menko Wang pada saat itu juga berjanji dalam waktu 1 minggu akan mengklarifikasi, dan dalam waktu 1 bulan akan memberikan laporan kepada anggota legislator. Mengenai permintaan dari anggota legislator, selain pemeriksaan internal dalam perusahaan CPC , juga wajib ada pemeriksaan eksternal, Wang merespons akan didiskusikan.

Wang Mei-hua mengatakan ,“melihat data yang terkait dengan CPC, masih ada orang yang berurusan apakah memahami detailnya, pihak kami akan melakukan penyelidikan lebih lanjut. Pihak kami akan mendiskusikan (penyelidikan eksternal), melihat kondisi demikian, saya berpikir apa yang dikatakan anggota komite sangat baik, sebenarnya yang lebih penting adalah jaminan hak manajemen untuk masa depan.”

Berkaitan dengan Taiwan dan Huaxin International Holding Co masing-masing memegang saham 35%, Daratan Tiongkok dan Republik Chad memiliki hubungan diplomatik, masyarakat luar mengkuatirkan hak manajemen Taiwan tidak terjamin. CPC menekankan ada 3 kontrak perjanjian yang menjamin hak manajemen, mencakup kontrak pertambangan antara CPC dan pemerintah Republik Chad, kontrak pengalihan ekuitas antara CPC dan Huaxin International Holding Co, dan kontrak perjanjian 3 pihak dengan Huaxin dan Republik Chad, semua menerangkan dengan jelas hak manajemen yang ada di CPC, meminta agar masyarakat Taiwan tidak perlu merasa kuatir.

Komentar

Terbarumore