Survei: 67% Warga Percaya Jika NCC Mendapat Pengaruh dari Parpol Tertentu

  • 27 October, 2020
  • 尤繼富
Survei: 67% Warga Percaya Jika NCC Mendapat Pengaruh dari Parpol Tertentu

(Taiwan, ROC) --- Organisasi NGO Taiwan Foundation for Democracy (TFD) merilis hasil jajak pendapat terbaru terkait isu-isu politik yang kini tengah hangat di Taiwan. Pada tanggal 27 Oktober 2020, TFD merilis hasil survei para warga dalam menanggapi isu perubahan sertifikat perizinan stasiun televisi CTi News, polemik di kawasan Selat Taiwan dan pemilu Amerika Serikat.

Menanggapi isu perubahan sertifikat perizinan stasiun televisi CTi News, 53% warga pesimis dengan keputusan tersebut, sedangkan 33% lainnya merasa hal tersebut layak diterapkan.

67% warga menyampaikan ketidakpercayaan mereka terhadap indepedensi lembaga National Communications Commission (NCC) yang tidak mendapat campur tangan dari partai politik. Sedangkan 22% lainnya merasa NCC merupakan badan pemerintah yang bebas dari pengaruh parpol tertentu.

CEO TFD, You Ying-long (游盈隆) mengatakan, “Survei ini digelar sebelum sidang dengar pendapat dilaksanakan kemarin. Sebagian besar masyarakat menilai, jika pemerintah tidak memberikan alasan yang tepat dan sertifikat perizinan stasiun televisi CTi News dicabut, maka akan mendatangkan reaksi pertentangan yang kuat di tengah masyarakat. Ini adalah hal yang kami perkirakan saat ini. Saya rasa pemerintah pusat seharusnya berhati-hati dalam menangani kasus ini.”

53% warga merasa optimis jika Donald Trump dapat kembali menjabat posisi presiden Amerika Serikat berikutnya.

Apakah jalinan persahabatan Taiwan dengan Amerika Serikat akan menurun, jika Joe Biden terpilih menjadi presiden AS berikutnya? Menjawab pertanyaan di atas, 38% warga merasa cemas dan 54% lainnya merasa tidak khawatir.

Menjawab permasalahan lintas selat, 56% warga percaya bahwa otoritas Partai Komunis RRT menjadi pihak yang paling bertanggung jawab, jika perang pecah di Selat Taiwan. Sedangkan 22% lainnya merasa jika Partai Progresif Demokratik (DPP) lah yang seharusnya menjadi pihak yang paling bertanggung jawab. Dan 12% lainnya menjawab jika tanggung jawab ini seharusnya berada di tangan kedua belah pihak.

Ketika ditanya perihal kinerja Presiden Tsai Ing-wen dalam menangani isu lintas selat, 58% mengatakan puas dan 35% lainnya tidak puas.

Jajak pendapat kali ini digelar semenjak 19 Oktober hingga 20 Oktober 2020 silam, dengan menyasar 1.080 sampel yang terdiri dari warga berusia minimal 20 tahun.

Komentar

Terbarumore