Artikel Menkes ROC di Media Turki, WHO Tidak Sepantasnya Mengesampingkan Taiwan

  • 27 October, 2020
  • 尤繼富
Artikel Menkes ROC di Media Turki, WHO Tidak Sepantasnya Mengesampingkan Taiwan

(Taiwan, ROC) --- Artikel Menteri Kesehatan dan Kesejahteraan Republik Tiongkok, Chen Shih-chung (陳時中) ditayangkan di media Turki, yakni Anadolu Agency. Dalam artikel tersebut, Chen Shih-chung menyampaikan bahwa Taiwan telah memperlihatkan prestasi yang mumpuni dalam mengendalikan penularan pandemi COVID-19.

Beliau pun meminta kepada pihak Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) untuk berhenti mengesampingkan Taiwan.

Artikel Menteri Chen Shih-chung dengan judul "Support Taiwan's Inclusion In Post COVID-19 Global Public Health Network", diterbitkan pada tanggal 26 Oktober 2020 di media Anadolu Agency.

Chen Shih-chung menuliskan, Taiwan dapat menekan penyebaran pandemi kali ini, karena berdasar pada 4 prinsip; meliputi respon cepat, teliti, mempersiapkan berbagai kemungkinan dan transparansi informasi.

Hingga hari ini, jumlah kasus positif COVID-19 di Taiwan berjumlah 523 kasus dengan 7 korban jiwa. Angka di atas memperlihatkan bahwa mayoritas warga di Taiwan masih dapat melangsungkan kehidupan normal dengan layak.

Chen Shih-chung memaparkan, otoritas Taiwan memiliki protokol komando profesional dalam menerapkan prosedur pengendalian di kawasan perbatasan. Di samping itu, Taiwan juga mengoptimalkan beberapa ketentuan seperti merilis fasilitas pengendalian pandemi yang sesuai, memperketat proses isolasi dan karantina, memaksimalkan bantuan teknologi, membuka seluruh informasi, serta menggelar pemeriksaan sebaik-baiknya.

Strategi-strategi di atas dipercaya menjadi pedoman bagi Taiwan dalam menghadirkan protokol pengendalian pandemi yang mumpuni.

Selain itu, Taiwan juga telah mendonasikan alat medis dan fasilitas perlindungan pandemi bagi negara-negara yang membutuhkan.

Menteri Chen Shih-chung menambahkan, per bulan Juni tahun 2020, Taiwan telah berhasil menyumbangkan 51 juta masker medis, 1.16 juta masker N95, 600.000 APD (Alat Perlindungan Diri) dan 35.000 termometer.

Bantuan-bantuan dari Taiwan tersebut berhasil menjamah 80 negara di dunia.

Taiwan juga tidak absen dalam Global Alliance for Vaccines and Immunisation (GAVI), Coalition for Epidemic Preparedness Innovations (CEPI) dan mekanisme COVAX yang diusung oleh WHO.

Pemerintah Taiwan juga aktif membantu pengembang vaksin dalam negeri untuk mempercepat proses penelitian dan pengembangan, guna memfasilitasi pasar untuk mengakhiri penularan pandemi COVID-19.

Chen Shin-chung mengemukakan, "Taiwan tidak kendur dalam menghadapi ancaman pandemi COVID-19 dan datangya flu musiman".

Otoritas Taiwan aktif mengingatkan seluruh warga untuk senantiasa mengenakan masker, menjaga jarak sosial, memperketat pengawasan di kawasan perbatasan, dan strategi lainnya.

Di samping itu, lembaga terkait juga aktif menggelar pertukaran dengan luar negeri untuk memperoleh vaksin, mengembangkan mekanisme penyembuhan yang efektif, serta ikut andil dalam menjaga kesehatan dan kesejahteraan global.

Melihat prestasi yang telah dicapai selama ini, memperlihatkan bahwa Taiwan tidak seharusnya dikesampingkan oleh jaringan kesehatan global, terlebih lagi WHO yang menaungi jutaan umat dunia.

Menteri Chen Shih-chung menekankan, "Kami menyerukan kepada WHO dan pihak terkait lainnya untuk menerima dengan tangan terbukan akan kontribusi jangka Taiwan bagi kesehatan global, penanggulangan pandemi, serta kesehatan dan Hak Asasi Manusia. Kami juga dengan tegas meminta agar Taiwan diikutsertakan dalam WHO."

Dirinya pu n meminta agar Taiwan dapat berpartisipasi secara penuh dalam berbagai agenda dan kegiatan WHO. Taiwan sudah selayaknya bergandengan tangan dengan negara-negara di dunia untuk bersama-sama menerapkan semangat piagam WHO "Kesehatan adalah HAM"

Komentar

Terbarumore