Isu Vaksin Produk Korea Akibatkan Kematian Terus Terjadi

  • 24 October, 2020
  • 譚雲福
Isu Vaksin di Korea Akibatkan Kematian Terus Terjadi

        (Taiwan, ROC) – Belakangan ini terus tersebar berita adanya kasus kematian pada pasien yang mendapatkan uji coba penyuntikkan vaksin flu musiman di Korea. Merujuk pada media Reuters, hingga hari Jumat tanggal 23 Oktober, telah mencapai angka 25 orang, dimana satu di antaranya disebutkan meninggal setelah diberikan vaksin yang juga dipergunakan oleh pihak Taiwan, Sanofi, vaksin flu musiman yang diproduksi oleh farmasi dari Prancis.

        Menteri Kesehatan dan Kesejahteraan Chen Shih-chung saat menghadir Forum Kesehatan Global 2020, yang digelar pada hari Jumat tanggal 23 Oktober, saat menerima wawancara dari media menyampaikan bahwa setelah usai melakukan konfirmasi ulang dengan perusahaan Sanofi, disebutkan jika vaksin sejenis yang juga digunakan oleh negara lain di dunia, tidak ditemukan adanya kasus kematian. Selain itu, jenis vaksin yang digunakan oleh pihak Korea berbeda dengan yang digunakan oleh Taiwan, dan di Taiwan sendiri hingga kini tidak menemukan masalah dalam penggunaan vaksin tersebut.

        Berkenaan dengan hal ini, pihak Sanofi mengeluarkan surat pernyataan untuk publik, menyebutkan jika pihaknya kini masih terus melakukan klarifikasi, melakukan pengumpulan data informasi dari masing-masing cabang yang ada di dunia. Selain itu, Sanofi menegaskan jika vaksin yang digunakan oleh Taiwan berbeda dengan yang digunakan oleh pihak Korea. Vaksin yang diekspor ke Taiwan telah memenuhi standar kualitas yang ditetapkan, memiliki surat uji tes laboratorium dari Uni Eropa, dan pemantauan yang ketat dari pihak FDA Taiwan.

        Selain itu, vaksin yang kali ini digunakan oleh Taiwan dan Korea bukan vaksin yang serupa, namun apakah diproduksi oleh pabrik manufaktur yang sama, atau apakah masih ada permasalahan dalam kualitas vaksin sehingga menyebabkan terjadinya kasus kematian di Korea, pihak Sanofi menyebutkan akan terus melakukan penyelidikan lebih lanjut.

Komentar

Terbarumore