AS Setujui Penjualan Senjata Untuk Taiwan, Jubir Istana Kepresiden: Yakin Akan Kemampuan Pertahanan Keamanan

  • 22 October, 2020
  • 鄭蕙玲
Jubir Istana Kepresidenan Chang Tun-han

(Taiwan,ROC) Defense Security Cooperation Agency, DSCA kemarin (21/10) mengumumkan Kemenlu AS menyetujuji 3 penjualan senjata kepada Taiwan, telah menyampaikan kepada kongres, untuk penjualan kali ini, mencakup rudal Standoff Land Attack Missile Expanded Response(SLAM-ER), High Mobility Artillery Rocket Systems (HIMARS),dan senjata MS110 F-16 dengan total mencapai 1,8113 milyar USD (setara dengan 52,01872 milyar NTD).

Juru bicara Istana Kepresidenan Chang Tun-han(張惇涵) pada hari ini (22/10) mengatakan, pemerintah AS berdasarkan pada hukum hubungan Taiwan, melanjutkan pemenuhan janji terhadap Taiwan dalam Six Assurances, membantu memperkuat kekuatan pertahanan Taiwan, maka pemerintah Taiwan mengapresiasi pihak AS. Jubir Chang Tun-han mengatakan, AS mensupplai alutsista, bermanfaat untuk membangun kekuatan pertahanan nasional Taiwan, memodernisasi kekuatan tempur yang semakin kuat, saat bersamaan meningkatkan kekuatan tempur asimetris, agar Taiwan memiliki keyakinan dan kekuatan nyata dalam menjaga perdamaian dan kestabilan perairan Taiwan dan wilayah sekitarnya. Ia menekankan, melakukan pengadaan senjata dari luar negeri, karena Taiwan ingin memperlaju kecepatan peningkatan kemampuan pertahanan diri serta mengupgrade kualitas tentara dan kemampuan tempur. Taiwan juga berlanjut memperdalam pembinaan hubungan kerjasama dengan AS dan negara lainnya yang memiliki pandangan yang serupa, bersama mempertahankan perdamaian dan kemakmuran kawasan Indo-Pasifik, bersikeras membela kebebasan berdemokrasi.

Menhan Yen Teh-fa mengatakan, “Semua hal ini sepenuhnya bergantung pada kebutuhan untuk pertahanan keamanan, dikarenakan ancaman dari serangan musuh dan tren perubahan baru, merencanakan untuk memperkuat kemampuan tempur dan kesatuan pasukan tempur, tidak ada niat lainnya, yang utama adalah menjaga perdamaian perairan Taiwan dan wilayah sekitarnya. Saya berpikir pihak kami tidak berlomba-lomba pamer alutsista dengan Daratan Tiongkok, kami sepenuhnya menghalangi serta menjaga pertahanan keamanan yang dibangun berdasarkan pada kebutuhan akan pertahanan dan visi strategis.”

Yen Teh-fa mengatakan, semua pengadaan perlengkapan militer dari luar, akan ditinjau dan diperiksa oleh Yuan Eksekutif baru dianggarkan, setelah disetujui baru pengadaan.

Kemenlu mengatakan, pengadaan perlengkapan militer termasuk “alat pertahanan keamanan”, untuk ke-8 kalinya di masa pemerintahan AS Presiden Donald Trump menjual senjata untuk Taiwan, guna meningkatkan kemampuan pertahanan Taiwan serta menjaga perdamaian wilayahnya, Kemenlu menyambut baik hal ini. Juru Bicara Kemenlu Joanne Ou mengatakan, “Berterima kasih kepada pemerintah AS menerapkan hukum hubungan Taiwan dan memenuhi janji terhadap Taiwan yang berasaskan pada Six Assurances, pihak kami berpegang teguh untuk berlanjut menjaga pertahanan keamanan, saat bersamaan memperdalam kemitraan Taiwan-AS, serta berkontribusi menjaga stabilitas perdamaian dan kemakmuran pada kawasan Indo Pasifik.

Komentar

Terbarumore