Jerman Gelar Pertemuan Perdana dengan Pejabat Taiwan

  • 20 October, 2020
  • 尤繼富
Jerman Gelar Pertemuan Perdana dengan Pejabat Taiwan

(Taiwan, ROC) -- Sidang Kongres Nasional Jerman tanggal 19 Oktober membahas tindakan pencegahan pandemi dan keamanan nasional Taiwan, yang mana untuk perdana mengundang pejabat Taiwan turut berpartisipasi dengan cara video call online dalam pertemuan yang menyerupai audiensi publik ini. Ancaman militer dari Daratan Tiongkok pada Taiwan yang semakin hari semakin gencar menjadi perhatian bagi kongres partai berkuasa dan oposisi Jerman.

Komite Hak Asasi Manusia dan Bantuan Kemanusiaan Parlemen Jerman mengadakan sebuah pertemuan dengan topik situasi keamanan Taiwan dan langkah-langkah pencegahan pandemi pada tanggal 19 Oktober. Pertemuan yang menyerupai audiensi public ini selain mengundang ketua kantor perwakilan ROC untuk Jerman, Shieh Jhy-wei (謝志偉) untuk memberikan kata sambutan, juga mengundang Wakil Menteri Luar Negeri Taiwan Harry Tseng Ho-jen (曾厚仁), Wakil Ketua Dewan Urusan Daratan Tiongkok (MAC) Chiu Chui-cheng (邱垂正), anggota Komite Pertahanan Nasional, Lp Chih-cheng (羅致政) dan Menteri Tanpa Portofolio Audrey Tang dan lainnya dengan cara video call online turut dalam pertemuan dengan sejumlah anggota kongres partai berkuasa dan oposisi Jerman.

Shieh Jhy-wei mengemukakan, ini merupakan untuk pertama kali kongres Jerman mengelar pertemuan seperti audiensi publik yang mengundang pejabat Taiwan untuk turut berpartisipasi, tentu ini memiliki makna penting.

Komite Hak Asasi Manusia Jerman yang sebenarnya berencana mengadakan kunjungan ke Taiwan pada akhir September lalu, tetapi adanya pandemic COVID-19 membuat rencana ini gagal dan diganti dengan pertemuan virtual ini.

Dalam laporan Die Welt, Ketua Komite Hak Asasi Manusia Jerman Gyde Jensen menyampaikan, topik utama yang dibahas dalam pertemuan kali ini adalah Era Digital, Hak Asasi Manusia, ancaman bagi Taiwan terhadap peraturan Keamanan Nasional Hongkong. Pihak penyelenggara menonjolkan Taiwan sebagai bukti keberadaan kehidupan berdampingan antara budaya Tiongkok, demokrasi, hak asasi manusia dan kebebasan.

Juru bicara Divisi Pelaksana The Green Party, Margarete Bause menegaskan, termonitor bahwa ancaman militer Daratan Tiongkok semakin meninggi, untuk itu merupakan keharusan bagi Jerman melakukan dialog dengan perwakilan dari tingkat tinggi Taiwan.

Penindasan berdarah Beijing terhadap Hongkong merupakan peringatan bahwa Taiwan membutuhkan lebih banyak dukungan negara-negara yang mendukung hak asasi manusia.

Dalam wawancara bersama Kantor Berita Sentral (CNA) Shieh Jhy-wei mengemukakan, keamanan dan kebebasan Taiwan tidak saja mempengaruhi geopolitik Asia tetapi juga berpengaruh terhadap perdagangan Eropa, untuk itu pemerintah dan partai oposisi Jerman merasa prihatin dengan ancaman militer dihadapi Taiwan.

Komentar

Terbarumore