Pejabat WHO Memuji Keberhasilan Taiwan dalam Menerapkan Pencegahan Pandemi

  • 20 October, 2020
  • 尤繼富
Pejabat WHO Memuji Keberhasilan Taiwan dalam Menerapkan Pencegahan Pandemi

(Taiwan, ROC) --- Melalui konferensi pers yang digelar pada tanggal 19 Oktober 2020, pejabat Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) memberikan pujiannya atas keberhasilan Taiwan dalam menanggulangi penyebaran COVID-19.

Taiwan juga disebutkan sebagai salah satu contoh sukses pencegahan pandemi untuk kawasan Benua Asia. Kunci untuk mematahkan rantai penyebaran virus adalah fokus pada pengidentifikasi dan pelacakan kasus positif COVID-19.

Di samping itu, Taiwan juga tidak pernah kendur untuk tetap menerapkan protokol kesehatan yang diperlukan.

Pada tanggal 19 Oktober 2020 (waktu setempat), WHO menggelar konferensi pers secara virtual di Jenewa, Swiss. Beberapa media mempertanyakan akan jumlah kasus COVID-19 yang baru-baru ini kembali meningkat di Benua Eropa. Sebaliknya hal serupa tidak terjadi di kawasan benua Asia, sebut saja RRT misalnya.

Media juga mempertanyakan akan gagalnya penerapan protokol kesehatan di Benua Eropa.

Direktur Eksekutif Program Darurat Kesehatan Masyarakat WHO, Michael Ryan menjawab bahwa hal ini merupakan persoalan yang pelik dan menarik.

Keberhasilan dalam menanggulangi penyebaran pandemi tidak hanya terjadi di RRT, melainkan di beberapa negara Benua Asia. Misalnya Jepang, Taiwan, Singapura dan Australia.

Negara-negara di atas diketahui berhasil menekan angka penularan di kawasan setempat dan mempertahankan jumlah kasus baru positif COVID-19.

Michael Ryan melanjutkan, negara-negara tersebut memiliki beberapa kesamaan, yaitu fokus terhadap pengidentifikasi dan pelacakan kasus positif COVID-19. Otoritas setempat juga gencar memberikan bantuan sosial, seperti akomodasi dan makanan.

Meski terbilang berhasil, tetapi mereka tidak pernah lengah dan terus meningkatkan kemampuan uji klinis masing-masing.

Selain itu, ahli epidemiologi WHO, Maria Van Kerkhove merasa, negara-negara di Benua Eropa tidak memiliki pengalaman mumpuni dalam menanggulangi pandemi-pandemi global sebelumnya, sebut saja SARS dan MERS.

Jika dibandingkan dengan masa awal terjangkitnya COVID-19, Benua Eropa kini memiliki protokol kesehatan yang lebih kompleks dan rinci.

Sekjen WHO, Tedros Adhanom Ghebreyesus juga hadir dalam konferensi tersebut. Ia menyampaikan, saat musim dingin menyerang kawasan belahan bumi utara, maka dicemaskan jumlah kasus positif COVID-19 akan meningkat.

Ia menuturkan, di tengah lelahnya warga dunia menghadapi polemik penyebaran pandemi, kekuatan virus ini masih akan terus menghantui kita semua.

COVID-19 dicemaskan akan semakin ganas, seiring dengan kendurnya pemahaman warga dunia terhadap pandemi ini.

Sekjen PBB tersebut juga mengumumkan, bahwa 184 negara di dunia telah bekerja sama untuk bergabung dalam kerangka Global Access to Vaccine Mechanism (COVAX).

Dalam konferensi yang digelar pada tanggal 19 Oktober tersebut, Tedros Adhanom Ghebreyesus juga menyerukan kepada dunia untuk terus bersatu memerangi pandemi.

Dirinya secara khusus memperkenalkan lagu "We Are Family" dari Sister Sledge, yang akan dinyanyikan ulang. WHO mengajak warga dari seluruh belahan dunia untuk memposting video dengan menyanyikan lagu tersebut, kemudian dibagikan melalui media sosial.

Komentar

Terbarumore