MOFA: Pembukaan Kembali Perundingan Perdagangan Taiwan-AS Sedang Menanti Waktu Sesuai

  • 19 October, 2020
  • 陳志勇
Wakil Menteri Luar Negeri Tseng Hou-jen (曾厚仁) menghadiri sidang interpelasi di Yuan Legislatif Senin, 19 Oktober.

(Taiwan, ROC) - Penghalang utama bagi tidak mampu dibuka kembalinya perundingan Perjanjian Kerangka Perdagangan dan Investasi (TIFA) sejak 2016 adalah larangan impor daging babi dengan kandungan ractopamine. Kini, impor tersebut telah dibuka, maka kesempatan lebih tinggi bagi TIFA untuk kembali diluncurkan.

Demikian diungkapkan Wakil Menteri Luar Negeri Tseng Hou-jen (曾厚仁) ketika merespons kesangsian bahwa melunaknya sikap yang ditampilkan Wakil Perdagangan AS Robert Lighthizer terhadap Tiongkok akan menjadi rintangan perundingan perdagangan Taiwan-AS.

Hari Senin, 19 Oktober, Tseng menghadiri sidang interpelasi di Yuan Legislatif untuk menjawab pertanyaan tentang target dan perkembangan perundingan perdagangan dengan AS.

Perihal laporan New York Times bahwa bahwa Lighthizer mengoposisi dibukanya perundingan tersebut, dan mengisyaratkan bahwa yang ditunggu oleh AS adalah waktu yang sesuai.

Tseng Hou-jen mengatakan, "Sekarang kita masih dalam tahap inisiasi, maka belum dimulai, masih terlalu pagi untuk mengatakan kapan akan diteken. Anggapan bapak legislator bahwa Lightizer mendukung Tiongkok, mungkin disebabkan kesalahpahaman. Ia tidak mengatakan tidak akan mengadakan perundingan dengan Taiwan. Yang ia tunggu adalah waktu yang sesuai."

Menurut Tseng, MOFA akan terus berupaya meraih dukungan melalui komunikasi dengan berbagai kalangan di AS bagi pembukaan kembali perundingan perdagangan Taiwan-AS.

Sementara itu, Wakil Menteri Ekonomi Chen Chern-chi (陳正祺) yang juga hadir dalam sidang interpelasi di Yuan Legislatif menegaskan, perundingan perdagangan Amerika Serikat dengan negara lain adalah tugas yang ditangani oleh Perwakilan Perdagangan AS (USTR), maka perundingan perdagangan bilateral antara Taiwan dan AS seharusnya didasarkan pada Perjanjian Kerangka Perdagangan dan Investasi (TIFA).

Komentar

Terbarumore