Kementerian Pendidikan: 4 Pelajar Positif Terdiagnosis Tidak Masuk ke Lingkungan Sekolah

  • 17 October, 2020
  • 譚雲福
Kementerian Pendidikan: 4 Pelajar Positif Terdiagnosis Tidak Masuk ke Lingkungan Sekolah

        (Taiwan, ROC) – Taiwan pada bulan Agustus tahun ini kembali membuka pintu bagi para pelajar asing untuk dapat kembali melanjutkan pendidikannya di Taiwan, adapun kebijakan ini berlaku bagi semua pelajar dari semua negara asing dan kawasan. Namun untuk pertama kalinya ditemukan adanya 4 pelajar berkewarganegaraan Indonesia yang diketahui positif terinfeksi COVID-19. Kementerian Pendidikan pada hari Jumat tanggal 16 Oktober menyampaikan bahwa hasil test uji positif terhadap ke 4 pelajar tersebut dilakukan saat mereka masih dalam tahap karantina mandiri, sehingga dipastikan belum sempat memasuki lingkungan kampus sekolah.

        Komandan Pusat Komando Epidemi Sentral atau CECC Chen Shih-chung mengumumkan adanya penambahan 4 kasus positif terinfeksi asal luar negeri, yakni untuk kasus nomor 532 hingga 535, ke semuanya berusia antara 10 hingga 20 tahun pelajar asal Indonesia, yang tiba di Taiwan pada tanggal 30 September.

        Kementerian Pendidikan menjelaskan jika sejak mulai dibukanya pintu masuk bagi para pelajar asing kembali ke Taiwan pada tanggal 19 Agustus, ini adalah kasus pertama masuknya kasus positif terinfeksi COVID-19 yang ke semuanya berasal dari Indonesia. 4 pelajar tersebut, setelah tiba di Taiwan, menjalani proses pemeriksaan seperti yang lainnya dan mengikuti program karantina dalam hotel. Usai masa karantina, ke empat pelajar tersebut masih belum sempat masuk ke lingkungan sekolah, dan hasil uji test yang dikeluarkan dari instansi kesehatan membuktikan jika mereka semuanya positif terinfeksi, serta segera mendapatkan perawatan terkait.

        Kementerian Pendidikan menyebutkan jika ke empat pelajar tersebut masih belum sempat memasuki lingkungan sekolah, sehingga merujuk kepada peraturan yang berlaku, maka sekolah masih tidak perlu melakukan penghentian pengoperasionalan kelas. Untuk ke depannya, Kementerian Pendidikan akan lebih ketat lagi dalam menjalankan protokol pencegahan penularan terhadap para pelajar yang berasal dari luar negeri, dengan merujuk kepada regulasi yang diberlakukan oleh pihak CECC.

        Adapun tes uji yang kini diberlakukan di Taiwan bagi para pelajar asing tingkat SMA adalah tes uji asam nukleat, jika hasil tes uji adalah negatif, barulah diizinkan untuk memasuki lingkungan sekolah. Sementara untuk pihak universitas yang memiliki cakupan lingkungan yang lebih luas lagi, jika tidak ditemukan memiliki gejala, maka hanya perlu melakukan karantina mandiri dan tidak perlu tes uji asam nukleat. Untuk hal ini, pihak Kementerian Pendidikan menjelaskan jika pihaknya akan terus menjalankan saran dan mematuhi protokol yang ditetapkan oleh CECC, dan tidak memberikan jawaban yang lebih mendetail kepada pihak media.

Komentar

Terbarumore