Hasil Karya Taiwan Menjadi Perhatian Utama dalam Queer East Film Festival London Pertama

  • 17 October, 2020
  • 譚雲福
Hasil Karya Taiwan Menjadi Perhatian Utama dalam Queer East Film Festival London Pertama

        (Taiwan, ROC) - Queer East Film Festival pertama yang digelar di London, Inggris, akan dimulai pada tanggal 22 Oktober mendatang, dengan menampilkan film pembuka berjudul “Blue Gate Crossing”, bahkan memilih Taiwan sebagai negara yang diutamakan dalam festival film perdana tersebut, termasuk juga pemutaran film yang berjudul “The Wedding Banquet” yang merupakan film klasik tentang komunitas LGBT hasil karya sutradara internasional Ang Lee.

        Festival film tentang komunitas LGBT yang pertama kalinya digelar di London, Inggris, diikuti oleh 13 negara, dengan menampilkan sebanyak 36 buah karya, termasuk klasik dan sutradara muda, dimana film-film yang diikut sertakan dalam festival adalah perpaduan lintas Asia, sekaligus menjadi titik kilas balik 50 tahun film berkategori LGBT.

        Karena kondisi pandemic COVID-19 yang masih terus merebak di dunia, maka festival kali ini dilakukan secara online, setelah pemutaran film-film secara online dilakukan, barulah akan digelar pemutaran film secara nyata di bioskop Genesis London pada tanggal 22 Oktober mendatang.

        Perantauan Taiwan yang kini menetap di Inggris, Wang Yi menjelaskan jika dirinya berharap melalui pemutaran film-film yang menceritakan kisah LGBT Asia di layar lebar di Inggris, mampu memperkenalkan komunitas LGBT Asia di mata dunia internasional.

        Untuk bagian “Fokus Taiwan”, akan menampilkan 10 film durasi panjang dan 8 film durasi pendek, termasuk di antaranya film layar lebar “The Wedding Banquet”, “Spider Lilies” karya Zero Chow, “GF vs. BF” hasil karya Gilles Yang dan beberapa film klasik LGBT lainnya. Selain itu juga akan menampilkan film dokumenter hasil kerjasama antara pemerintah dengan pusat perfilman nasional Taiwan, antara lain “The Shepherds”, “Looking For?” dan “Turning 18”. Ke semua film ini dimaksudkan untuk menunjukkan kepada dunia akan peran Taiwan dalam hal toleransi akan keragaman aspek kehidupan dan juga sebagai negara pertama di Asia yang meloloskan UU pernikahan LGBT.

        Wang Yi menuturkan bahwa Taiwan berupaya keras mendorong kesetaraan gender dan juga perlindungan akan hak asasi manusia, dimana hal ini juga telah mendapatkan pengakuan dunia. Kebebasan berekspresi dan lingkungan yang ramah bagi para pelaku seniman, sehingga turut mampu membuahkan banyak hasil karya berbentuk film yang mengambil tema tentang kehidupan komunitas LGBTQ+. “Fokus Taiwan” kali ini selain menampilkan cerita kisah kehidupan memori masa muda, kehidupan keluarga tradisional, virus HIV dan penyakit AIDS, gerakan aktivitas sosial masyarakat dalam bidang politik dan lintas gender. Untuk itu, diharapkan melalui festival film kali ini dapat menunjukkan kepada dunia bahwa Taiwan adalah sebuah tempat yang menerima berbagai bentuk keragaman yang berbeda dan perwujudan dunia pelangi yang berkompeten tinggi.

Komentar

Terbarumore