Yen Teh-fa Imbau Daratan Tiongkok Hormati Regulasi Penerbangan

  • 16 October, 2020
  • 譚雲福
Yen Teh-fa Imbau Daratan Tiongkok Hormati Regulasi Penerbangan

(Taiwan, ROC) – Sebuah pesawat maskapai penerbangan Uni Air carteran berkala yang terbang melewati Kepulauan Pratas, pada hari Kamis tanggal 15 Oktober pihak Hong Kong menolak penerbangan Uni Air dengan alasan penerbangan tidak melebihi 26.000 meter, sehingga berisiko untuk keselamatan. Pihak Uni Air, yang terbang baru mencapai setengahnya, terpaksa terbang pulang kembali.

        Menteri Pertahanan dan Keamanan Yen Teh-fa pada hari Jumat tanggal 16 Oktober dalam rapat interpelasi di Yuan Legislatif menyampaikan bahwa pihaknya juga telah memastikan adanya kejadian tersebut, memastikan jika ada pihak Daratan Tiongkok yang tengah berada di sana, entah apakah berada dalam wilayah perairan maupun udara, namun dipastikan tidak ada latihan militer, yang artinya tidak ada kejadian lainnya. Namun Badan Administrasi Kelautan Daratan Tiongkok juga tidak mengeluarkan pernyataan maupun peringatan berkenaan dengan larangan penerbangan, sehingga kondisi penerbangan pesawat Uni Air seharusnya masih berada dalam batasan yang sesuai dengan standar internasional, untuk itu pihaknya juga mengimbau Daratan Tiongkok agar dapat mematuhi regulasi penerbangan yang ada.

        Yen Teh-fa mengatakan, “Adanya kejadian tersebut, maka kami meminta pihak Daratan Tiongkok, agar dapat mematuhi regulasi penerbangan internasional yang ada, mematuhi protokol keselamatan yang diberlakukan dalam penerbangan internasional, tidak merusak tatanan sistem yang sudah ada.”

        Angkatan Udara pada hari Kamis malam tanggal 15 Oktober menjelaskan bahwa pesawat carteran CGA kali ini, kelak di kedepannya juga masih tetap akan melakukan tugas penerbangan ke Kepulauan Pratas, tidak akan terpengaruh oleh insiden kali ini.

        Menteri Transportasi Lin Chia-lung pada hari Jumat tanggal 16 Oktober menyampaikan karena pihak Hong Kong tidak memberikan pemberitahuan penerbangan di awal, sehingga hal ini telah diingatkan oleh pihak Taiwan, yang mana pemberitahuan pengumuman haruslah merujuk kepada regulasi penerbangan internasional. Perdana Menteri Su Tseng-chang menekankan bahwa setiap penerbangan haruslah merujuk kepada standar dan ketetapan yang diberlakukan oleh dunia internasional, pihak Hong Kong tidak seharusnya melakukan intervensi terhadap pengoperasian penerbangan terkait.

Komentar

Terbarumore