Kapal Ikan Taiwan "Hsin Ling Po 236" Ditabrak Kapal Berbendera Jepang, PM: Akan Menjamin Hak dan Kepentingan Para Nelayan

  • 29 September, 2020
  • 尤繼富
Kapal Ikan Taiwan

(Taiwan, ROC) --- Kapal nelayan Taiwan "Hsin Ling Po 236" ditabrak oleh kapal resmi Jepang di perairan Diaoyutai beberapa hari lalu. Menanggapi hal tersebut, pihak Coast Guard Administration (CGA) segera mendirikan pusat tanggap bencana.

Selain itu, CGA juga mengirimkan kapal induk "ROCS Kee Lung" untuk membantu dan memastikan bahwa kapal ikan tersebut berada dalam kondisi aman selama perjalanan kembali menuju Taiwan. CGA menambahkan pihaknya akan menggelar rapat negosiasi dengan pihak Jepang.

Saat ditemui di Yuan Legislatif, Perdana Menteri Su Tseng-chang (蘇貞昌) menyampaikan, semenjak Presiden Tsai Ing-wen berkuasa, interaksi di kawasan perairan secara efektif ditingkatkan. Jika menilik ke belakang atau di saat Tsai Ing-wen belum menjabat posisi presiden, insiden pelecehan atas kapal ikan Taiwan diketahui meningkat.

Di bawah pemerintahan Presiden Tsai Ing-wen, situasi penangkapan kapal nelayan berangsur membaik.

Menanggapi peristiwa tertabraknya kapal " Hsin Ling Po 236" di perairan Diaoyutai, PM Su Tseng-chang menyampaikan dirinya telah menginstruksikan Ditjen Perikanan (COA) untuk memahami kondisi yang sebenarnya terjadi.

Perdana Menteri Su Tseng-chang mengatakan, "Apa yang sebenarnya terjadi? Kami telah menginstruksikan COA untuk segera memahami kondisi di lapangan. Kami tentu tidak akan membiarkan hak dan kepentingan nelayan kami dilanggar atau dihalangi. Jika para nelayan kami dirugikan, maka pemerintah akan membantu dan mencari langkah pemberian kompensasi."

Ketika ditanya, apakah pemerintah akan melakukan aksi protes kepada otoritas Negeri Matahari Terbit? PM Su Tseng-chang menjawab, jika pihaknya akan terlebih dahulu menggali kebenaran di balik peristiwa ini.

Baru-baru ini Partai Kuomintang (KMT) mengusulkan untuk melaksanakan referendum, guna memfasilitasi pemerintah untuk segera memulai kembali jalinan hubungan diplomatik dengan Amerika Serikat, serta menggelar kerja sama militer dengan negara adidaya tersebut.

Menjawab usulan partai oposisi tersebut, PM Su Tseng-chang menyampaikan, Amerika Serikat merupakan sahabat terpenting Taiwan. Tetapi sayangnya, jalinan persahabatan ini terputus di era pemerintahan Partai KMT.

Di bawah kepemimpinan Presiden Tsai Ing-wen, hubungan kedua negara telah dipererat secara efektif. Hal ini dapat terlihat dari terbentuknya "Taiwan Relation Act" dan program penjualan senjata yang terjalin antar kedua belah pihak.

PM Su Tseng-chang melanjutkan, pemerintah akan terus berupaya semaksimal mungkin untuk mempererat hubungan Taiwan dengan Amerika Serikat. Yang mana ini juga menjadi agenda penting dalam tubuh pemerintahan Presiden Tsai Ing-wen.

Komentar

Terbarumore