PM Su: Meminta Penjelasan Jepang Atas Penabrakan Kapal Nelayan SuAo

  • 28 September, 2020
  • 曾秀情
PM Su Minta Penjelasan Jepang Atas Penabrakan Kapal Nelayan Xin Ling Bo No.236

(Taiwan, ROC) -- Kementerian Luar Negeri pada tanggal 27 September malam mengemukakan, terjadi tabrakan antara kapal “Xin Ling Bo No.236” dan kapal penjaga keamanan Jepang Kurima PS32 pada pukul 2 sore tanggal 27 September saat berada di 123,15 bujur timur dan 25,48 lintang utara (beroperasi di perairan 12 mil laut di sebelah barat Kepulauan Diaoyutai), semua awak kapal dalam keadaan selamat.

Terkait dengan hal ini, Perdana Menteri Su Tseng-chang tanggal 28 September pagi dalam wawancara sebelum turut rapat guru teladan menyampaikan, Yuan Eksekutif telah meminta Ditjen Perikanan dan Badan Patroli Laut Taiwan (CGA) untuk memberikan laporan secara detail situasi yang ada, selanjutnya masih akan meminta keterangan situasi dari pihak Jepang.

Su Tseng-chang mengatakan, “Kami kembali menyampaikan, kapal nelayan kami beroperasi dalam wilayah legal, tidak melakukan hal yang tidak benar, setelah kami memahami situasi dan juga akan meminta penjelasan dari pihak Jepang, mengapa sampai terjadi situasi seperti itu pada kapal nelayan kami yang tidak melakukan tindakan yang tidak benar.”

Pihak Penjaga Laut Jepang menunding kapal Xin Ling Bo No.236 beroperasi secara illegal di kawasan perairan Jepang, dan kapal penjaga laut Jepang menabraknya pada saat memerintah kapal nelayan Taiwan untuk meninggalkan kawasan tersebut.

Namun Kapten Kapal Xin Ling Bo No.236, Chen Chi-hsiung mengemukakan, pada saat itu ia tengah beroperasi di atas laut, tidak memasuki perairan 12 mil laut di sebelah barat Kepulauan Diaoyutai, tetapi berhubung ombak yang cukup besar sehingga alat penangkap ikannya melewati batasan 12 mill laut Kepulauan Diaoyutai, dia baru saja ingin menarik alat pancing tersebut, tetapi kapal patrol Jepang tanpa menunjukkan tanda peringatan dengan cepat menghampiri kapalnya, pada saat berbelok buntut kapal menabrak kapal nelayan sehingga badan kapal nelayan Taiwan mengalami kerusakan.

Ketua Dewan Perikanan untuk kawasan SuAo, Tsai Yen-long beranggapan, tindakan pihak Jepang tanpa memperhitungkan alasan, dan mereka tidak peduli dengan keselamatan nyawa dan harta benda nelayan Taiwan, Pemerintah harus memperkuat pembelaan hak dan kepentingan nelayan. Jika pihak Jepang tidak menanggapi secara wajar, tidak menutup kemungkinan akan melakukan protes ke perairan Diaoyutai.

Terdapat 7 awak di atas kapal Xin Ling Bo No.236 yaitu kapten kapal dan 2 awak kapal yang adalah orang Taiwan, 3 awak kapal berkewarganegaraan Filipina, dan 2 orang Indonesia. Dengan perlindungan dari Kapal Patroli Laut Keelung, semua awak kapal di bawa dan tiba dengan selamat di Pelabuhan NanFangAo Taiwan pada pukul 5 dini hari tanggal 28 September. Badan Patroli Laut Taiwan menyampaikan, selanjutnya akan membantu nelayan untuk negosiasi dengan pihak Jepang.

Komentar

Terbarumore