Senator Amerika Serikat : Beijing Cepat atau Lambat akan Menggunakan Cara Kekerasan

  • 24 September, 2020
  • 鄭蕙玲
Senator AS : Beijing Cepat atau Lambat akan Menggunakan Cara Kekerasan

(Taiwan, ROC) Ambisi Negeri Tirai Bambu semakin hari semakin agresif. Senator Republik AS, Marco Rubio pada 23 September menyatakan, apabila Daratan Tiongkok cepat atau lambat akan menggunakan cara kekerasan terhadap Taiwan. AS seharusnya tidak membantu Taiwan untuk menang dalam segi kemiliteran saja, melainkan harus meningkatkan kemampuan perlawanan Taiwan akan akibat dari invasi Negeri Tirai Bambu tersebut.

Baru-baru ini otoritas Daratan Tiongkok terus menerus mengintimidasi Taiwan, dikarenakan hubungan antara Amerika Serikat dan Taiwan yang kian menghangat. Negeri Tirai Bambu pada tanggal 23 September telah mengirim 2 pesawat anti kapal selam, dan melanggar Zona Identifikasi Pertahanan Udara Barat Daya (ADIZ) Taiwan. Pada 18 September disaat Wakil Menteri Luar Negeri AS Keith Krach datang berkunjung ke Taiwan, Daratan Tiongkok juga telah mengirim total 18 pesawat tempur, 12 diantaranya bahkan telah melewati garis tengah selat Taiwan

Wadah pemikir “Institut Hudson” pada tanggal 23 september, mengundang Senator Republik Rubio yang dikenal dengan sikap anti-China nya, membahas kebijakan luar negeri AS serta urusan internasional secara online, yang berfokus pada hubungan Amerika Serikat dan Daratan Tiongkok, Amerika Latin serta Iran, dan lain-lain. Pembawa acara menanyakan Rubio, tampaknya Taiwan selalu menjadi “titik nyala” (flashpoint) dalam hubungan AS dengan Daratan Tiongkok, dan tampaknya ada konflik juga dalam kepentingan vital kedua belah pihak tersebut.

Rubio terus terang berkata, situasinya saat ini sangatlah rumit. Posisi internal Negeri Tirai Bambu di Taiwan telah melemah, ditandai dengan pemilu yang baru-baru ini terjadi di Taiwan, menunjukkan peningkatan suara-suara yang sangat signifikan serta sangat dominan pula secara politik dalam menentang hubungan dengan Negeri Tirai Bambu. Pada saat bersamaan, ditambah dengan praktik hubungan AS dan Taiwan yang menjadi lebih kuat, yakni dalam waktu setengah bulan pemerintah AS telah mengirim 2 pejabat tinggi untuk mengunjungi Taiwan. Membuat Daratan Tiongkok pun mulai sering melanggar zona identifikasi pertahanan udara Taiwan, untuk menyampaikan pesan tertentu.

Rubio mengatakan, bahwa dia percaya jika Taiwan pada akhirnya akan menjadi “titik batas amarah” bagi Daratan Tiongkok, jika perlu Negeri Tirai Bambu cepat atau lambat akan mulai menggunakan cara kekerasan untuk menekankan proposisinya terhadap Taiwan. Menurut pandangan Rubio, satu-satunya cara mencegah Daratan Tiongkok menggunakan cara kekerasan, yakni memastikan otoritas militer Beijing paham akan risiko perlawanan yang didapat apabila datang menyerang. Oleh karena itu apa yang harus dilakukan oleh AS bukanlah membantu Taiwan dalam mencapai kemenangan dalam konflik nya dengan Daratan Tiongkok, yang pastinya tidak mungkin bisa dilakukan. Tetapi melainkan memberikan Taiwan kemampuan dalam perlawanan, membuat otoritas Daratan Tiongkok merasa tidak mau untuk menanggung akibatnya.

Rubio mengatakan bahwa masalah ini membutuhkan tanggapan yang sangat hati-hati. Amerika Serikat tidak boleh terlalu provokatif, juga tidak boleh seakan-akan “mengundang” Daratan Tiongkok untuk mengambil tindakan militer terhadap Taiwan.

Komentar

Terbarumore