Pakar: Kebakaran di California Perparah Kualitas Udara dan Tingkatkan Persentase Kontaminasi Pernafasan

  • 19 September, 2020
  • 譚雲福
Pakar: Kebakaran di California Perparah Kualitas Udara dan Tingkatkan Persentase Kontaminasi Pernafasan

        (Taiwan, ROC) – Sehubungan dengan kondisi pandemi COVID-19 yang masih belum mereda di negara Amerika, kebakaran hutan yang terjadi di California menyebabkan kualitas udara menjadi buruk. Pakar ahli CDC pada hari Jumat tanggal 18 September waktu setempat memberikan peringatan bahwa asap yang dihasilkan akibat kebakaran tersebut berpotensi untuk merusak fungsi pernafasan, peradangan pada paru-paru, dan akan meningkatkan resiko penularan COVID-19 bagi mereka yang memiliki sistem kekebalan tubuh yang lebih rentan terhadap serangan virus.

        South Coast AQMD juga telah memberikan peringatan bagi kawasan San Bernadino County, Riverside County, Orange County dan beberapa kawasan di Los Angeles, yang mana buruknya kualitas udara akan merusak kesehatan tubuh manusia.

        Media melaporkan bahwa kini kondisi asap kebakaran terus meluas, banyak pasien yang dilaporkan masuk ke rumah sakit di kawasan California, khususnya bagi mereka yang memiliki gangguan saluran pernafasan. Pihak dokter medis mengkhawatirkan jika kondisi pandemi COVID-19 akan terus melonjak seiring datangnya flu musiman, ditambah lagi dengan kebakaran hutan yang ada, akan memperburuk situasi dan kesehatan para penderita gangguan saluran pernafasan, yang mana tentu akan membutuhkan lebih banyak lagi sumber medis pengobatan terkait.

        Pihak dokter medis berpendapat jika kondisi tahun ini sangat khusus. Flu musiman adalah hal yang umum terjadi saat memasuki musim gugur, ditambah lagi dengan mulai sejuknya suhu udara, biasanya jumlah pasien penderita gangguan saluran pernafasan juga akan mengalami peningkatan. Sementara penyakit alergi baru akan mulai bertambah saat memasuki musim semi. Kondisi tahun ini, khususnya kebakaran hutan ditambah dengan pandemi COVID-19, semakin mempersibuk pihak rumah sakit yang ada.

        Salah seorang dokter pakar bidang ahli penyakit paru-paru menjelaskan bahwa hanya dalam waktu yang singkat, di tengah asap akibat kebakaran, maka akan langsung menurunkan sistim kekebalan tubuh manusia dalam melawan penyakit. Kondisi kebakaran hutan yang terjadi beberapa pekan terakhir ini, jumlah pasien penderita gangguan pernafasan juga terus mengalami peningkatan yang signifikan.

        Pakar ahli berpendapat, jumlah pasien penderita penyakit asma, penyumbatan saluran pernafasan, peradangan dan pembengkakkan paru-paru, bertambah banyak saat pandemi COVID-19 terjadi, kini ditambah lagi dengan asap yang dihasilkan akibat kebakaran hutan turut memperburuk situasi kesehatan manusia.

        Dalam menghadapi masalah buruknya kualitas udara yang ada, pakar medis kedokteran mengimbau warga untuk sedapat mungkin berada di dalam ruangan, menutup jendela dan ventilasi udara, menghindari aktivitas yang berlebihan, mengenakan masker jenis N95. Selain itu, tidak lupa juga mengingatkan masyarakat untuk sering mencuci tangan, menjaga jarak sosial dan mengenakan masker mulut, guna menghindari kondisi penularan terus merebak.

Komentar

Terbarumore